Pengaruh Institusi Dan Strategi Terhadap Kinerja Badan Usaha Milik Negara (Bumn)
View/ Open
Date
2013Author
Siswaji, Bambang
Nuryartono, Nunung
Arifin, Bustanul
Didu, Muhammad Said
Metadata
Show full item recordAbstract
Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berperan penting bagi
perekonomian Indonesia. Kinerja BUMN berpengaruh kepada pertumbuhan
ekonomi nasional. Kinerja BUMN secara keseluruhan meningkat, namun belum
optimal dan masih perlu ditingkatkan lagi. Salah satu permasalahan yang dihadapi
oleh BUMN yang kinerjanya belum memuaskan adalah faktor institusional yang
masih perlu diperbaiki. Termasuk dalam hal ini adalah permasalahan terkait aspek
legal, politik dan sosial yang dapat menjadi kendala bagi BUMN dalam
melaksanakan strategi demi mewujudkan sasarannya sebagi korporasi. Menurut
literatur, institusi mempengaruhi strategi yang selanjutnya berpengaruh terhadap
kinerja perusahaan. Jika relasi tersebut berlaku pada BUMN, perbaikan institusi
akan berdampak positif terhadap perbaikan kinerja BUMN.
Permasalahan penelitian adalah: 1) Apakah institusi mempengaruhi strategi
BUMN dan bagaimana pengaruhnya? 2) Apakah strategi mempengaruhi kinerja
BUMN dan bagaimana pengaruhnya? 3) Apakah institusi mempengaruhi kinerja
BUMN dan bagaimana pengaruhnya? 4) Bagaimana institusi BUMN terbentuk?
Penelitian tersebut dilakukan dengan batasan (a) Cakupan BUMN hanya BUMN
Persero; (b) Strategi BUMN dan kinerja BUMN tidak dilihat berdasarkan faktor
kondisi spesifik yang terkait dengan sumber daya dan kapabilitas BUMN, serta
kondisi persaingan industri di mana BUMN beroperasi.
Penelitian dilakukan dengan metode kombinasi, metode penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif menguji ada atau tidaknya
hubungan kausal antara variabel institusi, variabel strategi, dan variabel kinerja di
lingkungan BUMN. Pengumpulan data menggunakan metode survey terhadap
ahli (expert), dengan sampel diambil dari BUMN Persero yang sudah ditentukan
terdahulu untuk mendapatkan representasi yang memadai berdasarkan kondisi
permasalahan BUMN. Metode analisis menggunakan Analisis Regresi dan
Structural Equation Modelling (SEM). Sementara itu, penelitian kualitatif
menggunakan Analisis Historis Institusi yang dilakukan untuk menelusuri
terbentuk, berlaku dan berubahnya institusi BUMN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel institusi berpengaruh secara
signifikan terhadap strategi BUMN; variabel institusi juga secara langsung
berpengaruh terhadap kinerja BUMN; sedangkan variabel strategi tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja BUMN. Tidak signifikannya
pengaruh strategi terhadap kinerja disebabkan oleh dominannya pengaruh institusi
BUMN, terutama faktor intervensi politik dan/atau instansi pemerintah; selain
desain penelitian yang operasionalisasi variabelnya lebih menitikberatkan kinerja
aspek keuangan dan strategi berbasis pasar.
Penelitian ini mengkonfirmasi dua belas indikator institusi, sembilan
indikator strategi dan dua indikator kinerja BUMN. Dari dua belas faktor institusi
tersebut, kondisi tujuh faktor institusi dinilai mendukung BUMN, yakni: a)
mekanisme dan praktek kontrak kinerja; b) kecukupan regulasi dan standarisasi
sektoral; c) aturan tentang lingkup/kegiatan usaha; d) status asset/kekayaan BUMN sebagai kekayaan negara; e) dukungan implementasi GCG; f) status
perusahaan sebagai BUMN; dan g) status dewan komisaris, direksi dan karyawan
yang dapat dianggap sebagai pejabat negara. Kondisi lima faktor institusi dinilai
kurang mendukung BUMN, yakni: 1) campur tangan politik dan/atau instansi
pemerintah; 2) aturan dan prosedur tentang pengelolaan keuangan dan asset
BUMN; 3) campur tangan pemegang saham, dan birokrasi pengambilan
keputusan strategis; 4) aturan dan norma/kebiasaan penyelesaian masalah
kepegawaian; dan 5) prosedur dan praktek pemilihan direksi dan komisaris.
Masih adanya BUMN yang kinerjanya relatif rendah dibandingkan dengan
perusahaan swasta dan tidak efektifnya strategi di sebagian BUMN dipengaruhi
oleh kondisi institusi, khususnya lima faktor institusi yang kondisinya dinilai
kurang mendukung BUMN. Mengingat faktor-faktor institusional tersebut
terbentuk terutama karena perlakuan dan pengaturan BUMN oleh pemerintah
dan/atau otoritas lainnya, maka kondisi institusional BUMN dapat diperbaiki
untuk mengefektifkan strategi dan meningkatkan kinerja BUMN.
Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah perlunya perbaikan kondisi
institusi, antara lain berupa: 1) mengatasi campur tangan politik dan/atau instansi
pemerintah, campur tangan pemegang saham dan birokrasi keputusan strategis,
antara lain dengan: a) mendudukkan BUMN Persero sebagai korporasi murni,
dengan penguatan UU tentang BUMN yang selaras dengan UU tentang keuangan
negara; b) pembentukan perusahaan induk (holdingisasi) BUMN; dan c)
pemilihan pengurus BUMN oleh pemegang saham secara korporasi murni; 2)
mengefektifkan prosedur dan praktek pemilihan direksi dan komisaris; 3)
memperbaiki aturan dan prosedur tentang pengelolaan keuangan dan aset BUMN;
dan 4) menyesuaikan dan mempertegas aturan dan norma/kebiasaan penyelesaian
masalah kepegawaian; serta perbaikan kondisi institusional lainnya. Pengelola
BUMN Persero perlu lebih memperkuat aturan, prosedur, dan budaya perusahaan
sebagai korporasi murni, yang lebih berorientasi kinerja, efisiensi dan daya saing,
dengan penekanan pada inovasi dan kecepatan tanggapan strategik pada
perubahan pasar dan lingkungan, sesuai prinsip-prinsip GCG. Aturan, prosedur
dan budaya perusahaan tersebut ditujukan untuk menetralkan pengaruh institusi
yang kurang mendukung BUMN, termasuk intervensi dari pihak luar BUMN; dan
sebaliknya ditujukan untuk memanfaatkan peluang dan potensi strategik dari
status sebagai BUMN untuk meningkatkan kinerjanya.
Hasil penelitian berkontribusi terhadap teori berupa hasil empirik bahwa
strategi tidak mempengaruhi kinerja perusahaan dalam konteks tertentu, dengan
sejumlah keterbatasan, yakni: a) sampel penelitian seluruhnya BUMN Persero
(kepemilikan mayoritas pemerintah); b) penelitian tidak didesain berdasarkan
perbedaan karakteristik/tipologi BUMN dan menggunakan data cross-section; dan
c) operasionalisasi variabel strategi hanya mencakup market strategy dan variabel
kinerja hanya menggunakan ukuran financial-accounting. Penelitian lanjutan
disarankan dengan pengelompokkan BUMN berdasarkan kriteria tertentu, dengan
memperhitungkan perubahan kinerja BUMN sepanjang waktu (longitudinal), dan
operasionalisasi variabel strategi dan kinerja yang lebih komprehensif.
Collections
- DT - Business [372]
