Efektivitas Manajemen Sdm Strategik Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Bisnis D Indonesia
View/ Open
Date
2013Author
Susilowati, Yuniari
Hutagaol, M.Parulian
Pasaribu, Bomer
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Di Indonesia, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) strategik diyakini
mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja organisasi. Namun sebenarnya
keyakinan ini merupakan pandangan yang konvensional, karena penelitian di
berbagai negara dan di berbagai jenis industri di luar Indonesia menunjukkan buktibukti
yang tidak sepenuhnya mendukung pandangan tersebut. Hubungan antara
manajemen SDM strategik dengan kinerja organisasi ditemukan tidak konklusif,
dengan signifikansi hubungan yang lemah hingga ke sedang. Hal ini menunjukkan
adanya suatu kontradiksi antara pandangan konvensional yang meyakini bahwa
manajemen SDM strategik berpengaruh langsung terhadap kinerja organisasi dengan
kenyataan empiris hasil penelitian di lapangan. Manajemen SDM strategik dipandang
penting bagi organisasi, akan tetapi ternyata bukan menjadi strategi penentu secara
langsung bagi peningkatan kinerja organisasi.
Mengapa hubungan antara manajemen SDM strategik dan kinerja organisasi ini
tidak konklusif? Ada dua kemungkinan yang dapat menjadi penyebab ketidakkonklusifan
ini, yaitu: 1) efektivitas kinerja manajemen SDM strategik dalam
mempengaruhi kinerja organisasi bisnis tidak dapat dilepaskan dari faktor eksternal
berupa kondisi persaingan dalam industri di mana organisasi tersebut berada; dan 2)
adanya faktor internal yang dapat menjadi moderator (variabel yang dapat
memperkuat atau memperlemah suatu hubungan) dan mediator (variabel yang
tanpanya, suatu hubungan tidak akan nyata) dalam hubungan antara manajemen SDM
strategik dengan kinerja organisasi tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah faktor eksternal yang berupa perbedaan
kondisi persaingan pasar dalam industri yang ikut berperan dalam menentukan
efektivitas kinerja manajemen SDM strategik dalam meningkatkan kinerja organisasi
bisnis di Indonesia, dan menelaah faktor internal berupa peran variabel moderator dan
mediator yang juga ikut mempengaruhi hubungan antara manajemen SDM strategik
dengan kinerja organisasi, pada industri dengan tingkat persaingan pasar yang
berbeda-beda.
Populasi pada penelitian ini adalah para manajer dari level Manajemen Puncak
(Direktur dan GM) sampai dengan Manajemen Muda (termasuk Supervisor) dari 8
perusahaan yang berasal dari 6 jenis industri. Dari 3.126 populasi manajer, ditarik
2.002 sampel. Data diambil melalui pengisian kuesioner kuantitatif dan kualitatif.
Dari 2002 kuesioner yang disebarkan, kembali 729, dengan response rate sebesar
36,4%. Seluruh data diambil dalam rentang waktu Mei – September 2012.
Ke-enam jenis industri responden yang terdiri dari otomotif, perkebunan kelapa
sawit, perbankan syariah, properti, semen dan pengolahan air bersih dikelompokkan
dalam 3 kelompok yang didasarkan pada relativitas perbandingan tingkat persaingan
dalam industri, yaitu: 1) industri dengan tingkat persaingan relatif paling tinggi
(otomotif); 2) tingkat persaingan relatif moderat (perkebunan kelapa sawit); dan 3)
tingkat persaingan relatif paling rendah hingga ke monopoli (semen dan pengolahan
air bersih). Karena pertimbangan ketidakcukupan data, maka industri perbankan
syariah dan properti tidak diikutsertakan dalam analisis per kelompok industri, akan
tetapi diikutsertakan pada analisis multi industri atau gabungan seluruh industri.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation
modeling (SEM) untuk menguji hipotesis-hipotesis dalam penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian multi industri, manajemen
SDM strategik terbukti mempengaruhi kinerja organisasi, akan tetapi kekuatan
pengaruhnya sangat lemah, menunjukkan adanya faktor lain yang lebih dominan
dalam mempengaruhi kinerja organisasi. Variabel moderator yang berupa hubungan
industrial, budaya organisasi dan kepemimpinan manajemen puncak ternyata tidak
berpengaruh dalam memperkuat hubungan antara manajemen SDM strategik dengan
kinerja organisasi. Akan tetapi variabel mediator yang berupa peran manajer lini,
kompetensi, motivasi dan kinerja karyawan terbukti berpengaruh cukup kuat sebagai
variabel yang memediasi hubungan antara manajemen SDM strategik dan kinerja
organisasi.
Hasil penelitian per kelompok industri menunjukkan bahwa pada industri
dengan tingkat persaingan tinggi dan moderat, manajemen SDM strategik tidak
terbukti berpengaruh langsung terhadap kinerja organisasi. Sedangkan pada industri
dengan tingkat persaingan rendah manajemen SDM strategik terbukti berpengaruh
langsung terhadap kinerja organisasi. Variabel moderator yang berupa hubungan
industrial, budaya organisasi dan kepemimpinan manajemen puncak pada pengujian
per kelompok industri ternyata juga tidak terbukti memperkuat hubungan antara
manajemen SDM strategik dengan kinerja organisasi, sebaliknya semua variabel
mediator yang berupa peran manajer lini, kompetensi, motivasi dan kinerja karyawan
terbukti berpengaruh cukup kuat sebagai variabel yang memediasi keduanya.
Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh manajemen
SDM strategik terhadap kinerja organisasi tidak konklusif. Pengaruh manajemen
SDM strategik terhadap kinerja organisasi tergantung pada faktor eksternal yang
berupa konteks persaingan pasar dalam industri. Semakin tinggi tingkat persaingan
pasar dalam industri, semakin rendah pengaruh langsung manajemen SDM strategik
terhadap kinerja organisasi, sebaliknya semakin rendah tingkat persaingan pasar
dalam industri, semakin tinggi pengaruh langsung manajemen SDM strategik
terhadap kinerja organisasi. Di industri otomotif yang tingkat persaingannya sangat
tinggi perusahaan mempertahankan posisi bersaingnya dengan mengandalkan pada
pengembangan faktor-faktor yang menjadi kunci sukses industri, seperti inovasi
produk, teknologi, dan pelayanan purna jual, sedangkan manajemen SDM strategik
lebih berfungsi untuk mendukung pengembangan SDMnya. Sebaliknya dalam
industri yang bersifat monopoli, manajemen SDM strategik yang merupakan bagian
dari sistem internal birokrasi terbukti berperan cukup kuat untuk ikut menentukan
kinerja organisasi secara langsung. Selain itu pengaruh manajemen SDM strategik
dalam meningkatkan kinerja organisasi baik pada gabungan seluruh industri dan pada
industri yang berbeda-beda tingkat persaingannya, secara konsisten terjadi melalui
faktor internal organisasi yang berupa peran manajer lini dalam implementasi sistem
dan prosedur manajemen SDM, di mana peran itu mempengaruhi peningkatan
kompetensi, motivasi dan kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar organisasi bisnis di Indonesia
memfokuskan manajemen SDM strategik pada upaya untuk memampukan karyawan
agar dapat mendukung strategi bersaing yang cocok untuk jenis industri dan kondisi
persaingan dalam industrinya. Selain itu juga disarankan agar perusahaan
memberikan intervensi yang tepat bagi para manajer lini agar dapat meningkatkan
kemampuan dan kemauannya untuk mengimplementasikan sistem dan prosedur
manajemen SDM, mengingat peran manajer lini yang begitu sentral dalam
meningkatkan kinerja organisasi, melalui peningkatan kompetensi, motivasi dan
kinerja para karyawan di bawah supervisi para manajer lini ini.
Collections
- DT - Business [372]
