Pengaruh Faktor Kompetensi Terhadap Kinerja Individu Di Perusahaan Agroindustri Go Public
View/ Open
Date
2013Author
Rizal, Yosef
Hubeis, Musa
Daryanto, Arief
Mangkuprawira, Sjafri
Metadata
Show full item recordAbstract
Globalisasi membentuk lingkungan bisnis sangat fluktuatif. Kelangsungan
hidup dan pertumbuhan perusahaan tergantung pada kompetensi menciptakan dan
mempertahankan keunggulan kompetitif. Kompetensi organisasi bisnis
bergantung pada kemampuan sumber daya manusia (SDM), karena SDM
merupakan sumber keunggulan kompetitif utama dan pengelolaan sumber
keunggulan lainnya memerlukan penanganan dari SDM. Perubahan lingkungan
bisnis terjadi mengarah pada pengakuan semakin pentingnya SDM sebagai aset
kritis organisasi diikut sertakan dalam filosofi perusahaan dan juga dalam proses
perencanaan strategik. SDM merupakan bagian proses perencanaan strategik dan
menjadi bagian pengembangan kebijakan organisasi, perencanaan perluasan lini
organisasi, proses merger dan akuisisi organisasi. Salah satu upaya untuk
menciptakan daya saing adalah perusahaan mampu menyiapkan SDM sesuai
dengan standarisasi kompetensi disyaratkan, karena perbedaan kompetensi akan
terjadi perbedaan pencapaian hasil/kinerja. Untuk itu, perlu pelaksanaan
identifikasi kompetensi relevan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja SDM
di tempat kerja, agar memungkinkan kelangsungan hidup organisasi mencapai
keberhasilan kompetitif.
Tujuan penelitian menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja, agar
perusahaan memiliki daya saing melalui tahapan (a) mengidentifikasi faktorfaktor
yang memengaruhi pembentuk kompetensi individu di perusahaan
agroindustri, (b) menganalisis persepsi karyawan terhadap faktor-faktor yang
memengaruhi kompetensi individu di perusahaan agroindustri, (c) menganalisis
faktor-faktor yang membentuk kompetensi karyawan dalam mencapai kinerja
individu optimal di perusahaan agroindustri, dan (d) merumuskan profil
kompetensi karyawan di perusahaan agroindustri berdasarkan model yang
menjelaskan hubungan kompetensi dengan kinerja individu optimal.
Penelitian dilakukan menggunakan data primer dengan kuesioner dan data
sekunder dari bagian SDM pada perusahaan agroindustri go public yang terdaftar
pada Indonesia Stock Exchange di Jakarta. Analisis dilakukan pada enam (6)
perusahaan agroindustri yang terdiri dari 202 responden dengan mengembangkan
konsep kompetensi yang telah dikembangkan pakar, hasil penelitian terdahulu
yang relevan dan hasil diskusi. Pemilihan contoh berdasarkan stratified random
sampling terhadap karyawan pada tingkatan general manager, manager,
superintendent dan supervisor. Penelitian ini merupakan analisis kuantitatif
dengan alat analisis Structural Equation Method (SEM). Penelitian ini terdiri dari
lima tahap, yaitu (a) mengumpulkan data dari berbagai macam literatur; (b)
membuat kuesioner, (c) pelaksanaan kuesioner, (d) pengujian reliabilitas, (e) uji
kecocokan model dan uji hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja dipengaruhi oleh kompetensi
(koefisien jalur 0.81), keterikatan (koefisien jalur 0.78), motivasi (koefisien jalur
0.66) dan kepuasan (koefisien jalur 0.65). Kompetensi dipengaruhi oleh lima (5) faktor dan nyata, yaitu commitment (koefisien jalur 0.87), conceptual thinking
(koefisien jalur 0.85), operational (koefisien jalur 0. 84), achievement orientation
(koefisien jalur 0.67) dan impact and influence (koefisien jalur 0.52).
Implikasi kompetensi memiliki pengaruh positif langsung terhadap kinerja
karyawan. Kompetensi harus dimiliki seorang karyawan agar dapat melakukan
proses kerja sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan perusahaan, agar
karyawan dapat mengkomunikasikan proses kerja dengan benar dan
meningkatkan keterlibatan dan komitmen karyawan secara mendalam, sehingga
proses kerja berjalan terintegrasi untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Konsep
kompetensi dapat dimanfaatkan sebagai strategi dalam peningkatan kinerja
individu yang berdampak pada peningkatan kinerja kelompok dan akhirnya
peningkatan kinerja korporat.
Refleksi teoritik merupakan gambaran tentang keterkaitan antara hasil
penelitian dengan konsep. Berdasarkan hasil penelitian memperkuat konsep, atau
teori tentang kompetensi, yaitu sekumpulan perilaku spesifik yang dapat diamati
dan dibutuhkan oleh seseorang untuk sukses dalam melakukan peran dan
mencapai tujuan/target perusahaan dan kompetensi memengaruhi kinerja secara
nyata.
Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesetujuan
responden sangat tergantung pada tingkat pendidikan dan jabatannya. Faktor
dominan memengaruhi kinerja adalah kompetensi dan faktor dominan
memengaruhi kompetensi adalah commitment, conceptual thinking dan
operational. Oleh karena itu, apabila terjadi peningkatan kompetensi, maka akan
berpengaruh positif dalam pencapaian kinerja karyawan. Semakin tinggi tingkat
pendidikan seseorang, maka semakin tinggi tingkat kompetensi dan kinerjanya.
Hasil penelitian ini dapat memberikan kebaruan berupa profil kompetensi
karyawan pada perusahaan agroindustri yang memengaruhi kinerja individu
secara akurat, karena perusahaan agroindustri memiliki karakteristik spesifik,
yaitu proses produksi terintegrasi dengan bahan baku, hasil produksinya yang
mudah rusak (perishability) dan voluminous, maka pengelolaan merupakan fungsi
manajemen yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan dengan fokus
perencanaan dan pengendalian agar perusahaan dapat mencapai sasaran yang
telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misinya berdasarkan contoh kinerja
individu pada perusahaan agroindustri go public, sehingga dapat digunakan untuk
proses penerimaan, atau penempatan seseorang pada tempat yang tepat untuk
meningkatkan daya saing perusahaan.
Collections
- DT - Business [372]
