Perilaku Dinamis Volatilitas Pasar Saham Indonesia
View/ Open
Date
2012Author
Kartika, Tipri Rose
Achsani, Noer Azam
Manurung, Adler Haymans
Nuryartono, Nunung
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemulihan ekonomi dunia terus berlanjut di tengah risiko yang terus
meningkat seperti kekhawatiran efek tular meningkatnya sovereign debt risk di
Eropa, kredibilitas konsolidasi fiskal di negara maju, dan masih lemahnya
pemulihan di sektor perumahan di AS. Salah satu tolok ukur pemulihan ekonomi
dunia adalah stabilitas pasar saham global.
Perilaku volatilitas pasar saham di suatu negara termasuk di Indonesia juga
sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut di atas, di samping keadaan ekonomi,
kestabilan politik, serta pertahanan dan keamanan negara itu sendiri. Banyak pihak
mengatakan bahwa volatilitas itu disebabkan adanya informasi terbaru yang
masuk secara acak ke pasar mengenai tingkat pengembalian saham di masa
mendatang. Sementara ada juga yang menyatakan bahwa volatilitas terjadi
disebabkan transaksi saham yang sangat besar tersebut. Namun apapun
penyebabnya, investor harus bisa mengambil capital gain dari transaksi saham
yang dilakukan tanpa memperhatikan volatilitas saham tersebut (Manurung,
1997). Investor yang berinvestasi di pasar modal menginginkan adanya
keuntungan yang dapat diperoleh seperti tingkat pengembalian saham yang besar
dan deviden. Pasar modal mempunyai ketidakpastian akan kualitas produk yang
ditawarkan, baik dari segi harga, pembayaran bunga dan deviden. Untuk
mengurangi ketidakpastian ini, maka investor perlu informasi untuk mengetahui
volatilitas saham di Indonesia dan faktor-faktor makro yang mempengaruhinya
serta perlu melihat juga dampak volatilitas yang tejadi di pasar bursa dunia.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah di dalam penelitian ini
adalah: 1) Bagaimana perilaku volatilitas pasar saham Indonesia dalam kurun
waktu dari tahun 2000 sampai dengan 2011? 2) Faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi volatilitas pasar saham di Indonesia? 3) Bagaimana transmisi
volatility return Indonesia terhadap Amerika, Hongkong dan Singapura?
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Mengetahui
perilaku volatilitas pasar saham Indonesia dalam kurun waktu dari 2000 sampai
dengan 2011. 2) Mengestimasi faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas pasar
saham di Indonesia. 3) Menganalisis transmisi volatilitas return saham di
Indonesia (IHSG) terhadap Amerika (DJIA), Hongkong (HSII) dan Singapura
(STI).
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
analisis yang bersifat deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan model
ARCH (Autoregressive Conditional Heteroscedasticity), GARCH (Generalized
Autoregressive Conditional Heteroscedasticity),VAR (Vector Autoregression) dan
VECM ( Vector Error Corection Model). Penggunaan model VECM dalam
penelitian ini adalah untuk melihat beberapa faktor yang mempengaruhi volatilitas
IHSG yaitu inflasi, kurs, interest, jumlah uang beredar, indeks produksi sektor industri (IPI), net buying foreign, harga minyak dunia dan dummy ( yang
menjelaskan keadaan politik dan keamanan di dalam negeri ). Penggunaan model
ARCH/GARCH bertujuan untuk memilih model terbaik untuk setiap pasar saham
di suatu negara. Dari setiap model terbaik akan diperoleh residual sebagai variabel
yang mencerminkan volatilitas return. Jika variabel residual yang digunakan
stasioner pada level atau I(0), maka metode VAR yang akan digunakan. Residual
dari setiap model terbaik kemudian akan dianalisis dengan metode VAR untuk
mengidentifikasi respon volatilitas return pasar saham di Amerika Serikat,
Hongkong, dan Singapura terhadap guncangan volatilitas return di pasar saham
Indonesia dan peran volatilitas return di pasar saham negara lain dalam
menjelaskan variabilitas volatilitas return pasar saham di Indonesia. Model VAR
didahului dengan tahapan pengujian pra estimasi seperti uji stationeritas data, uji
Granger Causality, penentuan lag optimal dan uji kointegrasi.
Hasil penelitian mengenai perilaku volatilitas pasar saham di Indonesia
selama kurun waktu 2000 sampai dengan 2011 menunjukkan nilai volatilitas ratarata
sebesar 5% hal ini berarti bahwa volatilitas pada pasar saham di Indonesia
termasuk tinggi. Hal ini mengandung dua pengertian yaitu bahwa berinvestasi di
pasar saham Indonesia beresiko sekaligus memberikan peluang untuk
mendapatkan keuntungan yang besar. Selama periode penelitian, didapatkan juga
nilai volatilitas di atas 5% yang di sebabkan oleh faktor ketidakstabilan politik,
ekonomi, pertahanan dan keamanan di dalam negeri serta keadaan ekonomi
global.
Faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas IHSG adalah adanya
hubungan keseimbangan jangka panjang antara volatilitas IHSG dengan indeks
produksi industri, jumlah pembelian bersih asing, nilai tukar Rupiah terhadap
USD, tingkat inflasi dan dummy. Dalam jangka pendek, volatilitas IHSG pada
periode sebelumnya dan volatilitas IHSG pada dua periode sebelumnya, net
foreign dua periode sebelumnya, interest rate pada dua periode sebelumnya, dan
dummy periode sebelumnya mempengaruhi volatilitas IHSG pada saat ini secara
signifikan.
Analisis transmisi volatilitas return pasar saham di Indonesia, Amerika
Serikat, Hongkong dan Singapura menunjukkan bahwa volatilitas saham di
Amerika Serikat (DJIA) saat ini dipengaruhi oleh volatilitas saham di Amerika
Serikat itu sendiri pada periode sebelumnya, dua periode sebelumnya, tiga periode
sebelumnya dan empat periode sebelumnya, volatilitas STI satu periode
sebelumnya, serta volatilitas HSII pada dua periode dan empat periode
sebelumnya.
Sementara itu, volatilitas return saham di Singapura (STI) saat ini
dipengaruhi oleh volatilitas di Amerika Serikat satu sampai empat periode
sebelumnya, volatilitas di Hongkong pada tiga dan empat periode sebelumnya,
dan Singapura itu sendiri pada periode satu sampai empat periode sebelumnya,
dan dipengaruhi juga dengan volatilitas IHSG tiga periode sebelumnya.
Volatilitas saham di Hongkong (HSII) pada saat ini dipengaruhi oleh
volatilitas saham di Amerika Serikat pada satu sampai tiga periode sebelumnya, volatilitas saham Indonesia pada empat periode sebelumnya, serta dipengaruhi
oleh volatilitas return saham di Singapura pada dua periode sebelumnya dan
Hongkong itu sendiri pada periode sebelumnya, dua, tiga dan empat periode
sebelumnya.
Secara khusus, untuk pasar saham di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa
(1) selain dipengaruhi oleh volatilitas saham di Indonesia itu sendiri, volatilitas
IHSG masih dipengaruhi oleh pasar-pasar saham di negara lain, yaitu Amerika
Serikat, Hongkong, dan Singapura, baik pada periode sebelumnya maupun pada
dua,tiga dan empat periode sebelumnya; (2) pengaruh volatilitas saham di pasar
Indonesia pada tiga periode sebelumnya terhadap volatilitas return saham negara
lain hanya ditemui pada pasar saham Singapura. Hal ini bisa terjadi karena letak
geografis Indonesia dan Singapura yang berdekatan serta adanya kemiripan
investor yang berinvestasi di pasar saham Indonesia dan Singapura.
Collections
- DT - Business [372]
