Peran Sumber Daya Manusia Terhadap Daya Saing Perguruan Tinggi
View/ Open
Date
2011Author
Purwanto S.K
Hubeis, Aida Vitayala
Affandi, M.Joko
Dharmawan, Arya Hadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Daya saing Perguruan Tinggi (PT) Indonesia secara nasional dibandingkan
dengan beberapa negara lain sampai tahun 2010 masih relatif rendah. Data
peringkat PT versi THES dan Webometrics pada tahun 2010, Indonesia hanya
memiliki dua PT yang masuk peringkat seratus PT terbaik di Asia, sedangkan
Malaysia ada lima, Singapura dan Thailand ada dua. Daya saing yang rendah,
apabila dilihat dari kreteria ARWU, THES, Webometric tergantung pada unsur
SDM. Hampir semua faktor yang menentukan dalam pemeringkatan PT
tergantung pada produktivitas dosen yaitu kualitas pendidikan, jumlah penelitian
dan publikasi, angka efisiensi edukasi, dan karya yang mendapatkan pengakuan
paten.
PT di Indonesia pada umumnya mempunyai permasalahan yang sama
dalam peningkatan kinerja dosen yaitu terkait dengan kompetensi atau kualifikasi
dan komitmen SDM. Berdasarkan pada permasalahan yang ada, tujuan dari studi
ini adalah: (1) mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan daya saing perguruan
tinggi rendah, (2) mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kinerja dosen di
perguruan tinggi rendah, (3) mengetahui hubungan dan dampak dari faktor
kompetensi dan komitmen SDM terhadap kinerja dosen, dan (4) mengetahui
hubungan dan dampak dari faktor implementasi MSDM, kepemimpinan dan tata
kelola organisasi terhadap kinerja dosen di perguruan tinggi.
Penelitian ini menyelidiki hubungan dan pengaruh variabel implementasi
MSDM, kepemimpinan, dan tata kelola organisasi terhadap kinerja dan daya saing
organisasi melalui variabel intervening yaitu kompetensi dan komitmen SDM.
Penelitian dilakukan dengan metode survey terhadap 285 dosen sebagai
responden di satu perguruan tinggi negeri (PTN X) dan satu perguruan tinggi
swasta (PTS Y). Penelitian ini menggunakan teori sembilan faktor dari Porter
(1994) untuk daya saing, teori kompetensi dan komitmen dari Noe et. al., (2008).
Kebaruan dalam penelitian ini adalah development research dari Model Noe et.
al., (2008) untuk kinerja, menghubungkan kinerja dengan daya saing organisasi
(Teori Sembilan Faktor Porter 1994) untuk performance based personality,
penambahan variabel bebas yaitu variabel kepemimpinan (Yukl 2005) dan tata
kelola organisasi (Bauwhede 2009) untuk pengembangan governance model, dan
pemilihan obyek penelitian yang sebelumnya pada sektor manufaktur ke jasa
pendidikan tinggi (Ferguson 2006; Cathy 2007
Penelitian ini merupakan gabungan pendekatan kuantitatif dengan
kualitatif. Penelitian dilakukan di PTN X dan PTS Y karena kedua PT memiliki
peringkat daya saing, dan memiliki karakteristik yang mewakili PTN dan PTS.
Unit sampel dalam penelitian ini adalah dosen. Jumlah sampel dosen di PTN X
150 orang dan di PTS Y 135 orang, sehingga sampel total sebanyak 285 orang.
Pemilihan sampel dalam satu universitas dilakukan secara proportionate stratified
random sampling. Stratifikasi dosen dikelompokkan berdasarkan kepangkatan
akademik sebagai cermin prestasi kinerja dalam tridarma dan digolongkan dalam
empat golongan yaitu asisten ahli, lektor, lektor kepala dan guru besar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing organisasi dipengaruhi
97% oleh kinerja SDM. Hal ini menunjukkan pentingnya SDM dan penguatan
teori daya saing berbasis SDM. Apabila dilihat dari indiaktor daya saing, maka
faktor kualitas produk akademik menjadi yang terpenting, kemudian kepuasan
konsumen dan peningkatan pangsa pasar.
Indikator kinerja SDM yang terpenting adalah perspektif konsumen dan
keuangan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kenyataan di mana perspektif
pembelajaran dan internal proses menjadi penting. Penelitian ini menunjukkan
pada manajemen PT bahwa sangat penting menekankan aspek konsumen dan
keuangan kepada dosen, dan menekankan bahwa yang dilakukan oleh dosen
dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian akan berdampak pada daya saing
organisasi.
Kinerja SDM sangat dipengaruhi oleh kompetensi sebesar 41% dan
komitmen 58%. Kompetensi dasar yaitu pendidikan dan pelatihan sangat
berpengaruh pada kinerja. Pada sisi komitmen, kedekatan emosional dan
berkinerja lebih sangat besar pengaruhnya pada kinerja. Kedekatan emosional
adalah bagaimana menjadikan dosen bagian dari organisasi, dan kemauan
berkinerja lebih dengan dorongan insentif dengan menerapkan manajemen kinerja
yang mencerminkan keadilan internal dan eksternal.
Implemenasi MSDM sebagai variabel laten eksogen mempengaruhi
kompetensi sebesar 48% dan komitmen 45%. Program-program dalam MSDM
strategic berupa pelatihan dan pengembangan SDM sangat berpengaruh pada
kompetensi dan program kompensasi/gaji dan benefit mampu mendorong
komitmen. Hal ini perlu menjadi perhatian manajemen PT untuk meningkatkan
kinerja, maka diperlukan peningkatan kompetensi, dan sistem gaji yang mampu
mendorong kinerja lebih tinggi dengan memberlakukan manajemen kinerja.
Kepemimpinan pengaruhnya nyata terhadap kompetensi dan komitmen.
Pengaruh kepada komitmen sebesar 41% dan pada kompetensi 23%. Faktor
kepemimpinan lebih berpengaruh pada aspek komitmen. Beberapa indikator
kepemimpinan yang penting adalah kemauan memberi teladan, kecepatan
mengambil keputusan dan keyakinan. Indikator visi dan misi tidak berada pada
tiga indikator penting. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan membutuhkan
rekam jejak dan prestasi yang menonjol pada tahapan sebelumnya sehingga
mampu memberi contoh. Kepemimpinan dalam PT harus disusun berdasar rekam
jejak yang jelas dan merupakan bagian dari jenjang karir yang tidak semata-mata
bagian dari demokrasi. Tata kelola organisasi berpengaruh nyata terhadap
kompetensi 15% dan komitmen 9%. Indikator tata kelola yang penting adalah
akuntabilitas, tanggungjawab sosial dan keadilan.
Variabel di luar kerangka pemikiran dan merupakan hasil observasi yaitu
tipe kepribadian ternyata berpengaruh terhadap kinerja selain kompetensi dan
komitmen. Variabel tipe kepribadian mempengaruhi 63% kompetensi dan 34%
komitmen. Dosen dengan tipe kepribadian the sage cocok untuk peneliti, dan
dosen dengan tipe kepribadian the ruler cocok untuk pendidik/pengajar. Variabel
tipe kepribadian ini menghendaki adanya sistem seleksi dosen dan fokus pada
penugasan tridarma dengan memperhatikan tipe kepribadiannya. Dosen
selanjutnya fokus pada penelitian atau pengajaran dengan beban alokasi yang
berbeda sehingga kinerjanya maksimal yang selanjutnya menjadi dasar bagi
Teaching dan Research University.
Collections
- DT - Business [375]
