View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Pengembangan Agribisnis Persutraan Alam di Provinsi Sulawesi Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (975.5Kb)
      Fulltext (4.436Mb)
      Lampiran (3.104Mb)
      Date
      2024
      Author
      Ashar, Nurul Magfirah
      Nurmalina, Rita
      Muflikh, Yanti Nuraeni
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Persutraan alam merupakan suatu kegiatan agribisnis yang terdiri dari seluruh rangkaian subsistem hulu hingga hilir yang saling berhubungan dan berkaitan. Terdapat berbagai keuntungan dari agribisnis persutraan alam dengan memanfaatkan sumber daya di sepanjang proses produksi dari hulu hingga hilir, sehingga menjadikan sangat strategis untuk dikembangkan. Program kebijakan pengembangan persutraan alam di Provinsi Sulawesi Selatan telah digencarkan oleh pemerintah sesuai dengan rancangan pembangunan industri unggulan daerah. Sebagai wujud pembangunan industri unggulan sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Industri Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2038, maka strategi pengembangan persutraan alam yang telah dikembangkan hingga saat ini berupa pemanfaatan hutan produksi, pengembangan teknologi dan metode budidaya murbei, pembangunan unit pelayanan teknik daerah persutraan alam, penguatan kapasitas dan kelembagaan distributor ulat sutra, promosi investasi industri pemintalan dan pertenunan sutra, pengembangan dan pengelolaan kapasitas SDM, penerapan dan inovasi teknologi, serta pengembangan UMKM persutraan alam. Akan tetapi berbagai program pengembangan serta kebijakan yang telah diluncurkan oleh pemerintah untuk meningkatkan produksi persutraan alam di Provinsi Sulawesi Selatan tapi belum mencapai target yang diharapkan. Kebijakan tersebut belum sesuai dengan target karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Agar dapat mencapai pengembangan industri sutra alam dalam Rancangan Pembangunan Industri Provinsi Sulawesi Selatan, diperlukannya keterlibatan dari beberapa stakeholder berasal dari pemerintah provinsi dan kabupaten, lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, lembaga keuangan, pengusaha, lembaga swadaya masyarakat dan petani. Potensi pengembangan persutraan alam yang sangat besar dan pengembangan yang belum optimal maka diperlukannya alternatif strategi sebagai upaya pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis sistem agribisnis persutraan alam di Provinsi Sulawesi Selatan; dan (2) Merumuskan alternatif strategi dan prioritas strategi dalam pengembangan agribisnis persutraan alam di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus wilayah berada di Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo dan dilaksanakan pada bulan Juli 2023 - Juli 2024. Data primer mencakup seluruh pengumpulan data dari sumber asal (original sources) yang diperoleh melalui wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan pengisian kuesioner seluruh responden yang terkait dalam perumusan lingkungan internal, lingkungan eksternal dan strategi pengembangan agribisnis persutraan alam, serta pengamatan langsung ke lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari instansi atau lembaga yang terkait dengan penelitian, serta data pendukung lainnya berupa jurnal, artikel, buku, laporan penelitian, dan sumber-sumber lainnya. Jumlah responden dalam penelitian yaitu 41 orang yang terdiri dari perwakilan intansi tingkat pemerintah provinsi dan kabupaten, organisasi atau lembaga tingkat provinsi dan kabupaten, kelompok pengrajin dan kelompok tani, pelaku utama dalam persutraan alam, serta akademisi. Sedangkan dalam pengisian kuesioner khusus prioritas strategi dilakukan oleh pakar yang terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Sulawesi Selatan, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Wajo, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Soppeng, Silk Solution Center, Kelompok Tani Sutra, Kelompok Pengrajin Sutra, Pengusaha Sutra dan Akademisi. Pengolahan dan analisis data pada penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif untuk mendeskripsikan gambaran umum dan faktor-faktor internal dan ekternal agribisnis persutraan alam di Provinsi Sulawesi Selatan. Data kuantitatif berupa perhitungan nilai kriteria untuk menetapkan pemetaan skor stakeholder berdasarkan pengaruh dan kepentingannya, serta pembobotan untuk faktor-faktor internal dan eksternal kemudian pembobotan untuk tahap pengambilan keputusan dan penentuan prioritas strategi pengembangan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis stakeholder dan analisis A’WOT yaitu kombinasi dari AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity dan Threats). Hasil penelitian menunjukkan dari total responden penelitian, dilakukan pengelompokan stakeholder yang dimana terdapat 24 stakeholder yang terlibat dalam pengembangan agribisnis persutraan alam di Provinsi Sulawesi Selatan serta diklasifikasikan berdasarkan kepentingan dan pengaruhnya. Hasil klasifikasi tersebut menempatkan stakeholder kedalam 4 kuadran, yaitu: 1) Key Player (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Wajo, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Soppeng; 2) Subject (SSC, Brand Losari Silk dan Cantika Sabbena, Kelompok Tenun Tosora, KT Seppang Riwawo, KT Sabbeta, KT Batu Tungke dan Penenun); 3) Context Setter (Bappelitbangda Kab. Wajo); dan 4) Crowd (Bappelitbangda Provinsi, BPSKL Provinsi, Bappelitbangda Kab. Soppeng, BNI, KPH Walanae, Penyuluh PS Madya, Petani Murbei dan Ulat Sutra, Pemintal, Konsumen, dan Akademisi). Serta hubungan antar stakeholder dalam pengembangan agribisnis persutraan alam di Provinsi Sulawesi Selatan teridentifikasi dalam 3 hubungan yaitu hubungan komunikasi, koordinasi dan kerjasama. Faktor lingkungan internal yang memengaruhi terdiri dari faktor kekuatan dan kelemahan. Faktor kekuatan yang dimiliki diantaranya: (1) industri pengolahan tekstil dan sutra sebagai industri unggulan daerah, (2) kegiatan turun temurun masyarakat, (3) permintaan terhadap produk sutra jadi tinggi, (4) distributor kain sutra luar sulawesi selatan, dan (5) beragam jenis bentuk produk akhir sutra. Sedangkan faktor kelemahan terdiri dari: (1) penurunan jumlah petani murbei dan ulat sutra, (2) penurunan luas lahan budidaya murbei, (3) penurunan jumlah pelaku penenunan, (4) petani kesulitan memperoleh telur ulat sutra, (5) mutu dan kualitas telur ulat sutra lokal rendah, dan (6) kelembagaan dalam persutraan alam belum maksimal. Faktor lingkungan eksternal yang memengaruhi terdiri dari faktor peluang dan ancaman. Faktor peluang, yaitu: (1) Besarnya kontribusi dan dukungan pemerintah dalam pengembangan persutraan alam, (2) budaya khas adat dari suku-suku di Provinsi Sulawesi Selatan, (3) kondisi geografis wilayah mendukung budidaya murbei dan ulat sutra, (4) inovasi dalam proses manufaktur produk sutra, dan (5) harga jual tinggi terhadap beragam jenis produk sutra. Faktor ancaman, yaitu: (1) distribusi bantuan pemerintah tidak merata, (2) persaingan dengan produk sutra china, (3) penetapan harga jual kokon yang tidak stabil, (4) ketergantungan terhadap penggunaan telur ulat sutra impor, dan (5) penggunaan benang impor sutra dan benang subtitusi non-sutra meningkat. Prioritas strategi yang paling utama adalah penguatan kebijakan dan regulasi dari seluruh kegiatan persutraan alam oleh dinas/intansi terkait, diikuti oleh strategi meningkatkan kualitas hasil produk sutra, penguatan kebijakan pada subsistem hulu persutraan secara terpadu dan terintegrasi, pemanfaatan seluruh sumberdaya yang terdapat dalam persutraan alam, mengembangkan dan memproduksi bibit telur sutra lokal, peningkatan produksi dengan pemanfaatan infrastruktur pada seluruh proses persutraan alam, stabilisasi harga jual dan harga beli terhadap petani sutra penguatan peran kelembagaan dari setiap pelaku yang terkait.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158926
      Collections
      • MT - Economic and Management [3203]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository