Pengembangan Metode Uji Daya Berkecambah dan Tetrazolium pada Benih Kapulaga (Amomum cardamomum)
Abstract
Pengujian viabilitas benih dilakukan untuk mengetahui mutu fisiologi benih. Beberapa metode untuk pengujian daya berkecambah dapat menggunakan media kertas, pasir dan bahan organik. Pengujian benih yang cepat dapat dilakukan dengan uji tetrazolium. Penelitian bertujuan memperoleh metode uji daya berkecambah dan uji tetrazolium terbaik pada benih kapulaga. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023 hingga bulan Maret 2024. Percobaan pertama yaitu pengembangan metode uji daya berkecambah menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor yaitu metode pengecambahan meliputi metode uji kertas digulung dan didirikan dalam plastik (UKDdp), uji di atas kertas (UDK), pleated paper, pasir, dan cocopeat. Percobaan kedua yaitu pengujian metode uji tetrazolium menggunakan RKLT 2 faktor. Faktor-faktor tersebut adalah konsentrasi larutan tetrazolium yaitu 0,50%, 0,75%, dan 1% dan lama inkubasi yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Penelitian menggunakan benih kapulaga jawa (Amomum cardamomum). Hasil pengembangan metode pengecambahan terbaik adalah metode pleated paper dengan daya berkecambah (DB), indeks vigor (IV), dan kecepatan tumbuh (KCT) sebesar 82%, 13%, dan 2,38% etmal^(-1). Hasil terbaik pada uji tetrazolium benih kapulaga adalah konsentrasi larutan tetrazolium 1% dan lama inkubasi larutan 3 jam dan 4 jam. Hitungan pertama evaluasi perkecambahan benih kapulaga ditetapkan pada 24 HST dan hitungan kedua pada 66 HST. Kriteria kecambah normal pada kapulaga diantaranya adalah struktur kecambah terbentuk sempurna, dan kecambah berwarna hijau.
