Pengaruh Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan Gulma serta Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) Varietas SS Sakato
Date
2024Author
Qadirun, Nur Afni Chairuni
Chozin, Muhamad Achmad
Marwiyah, Siti
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu upaya peningkatan produktivitas bawang merah secara
kultur teknis adalah dengan mulsa organik yang efektif, murah dan ramah
lingkungan. Percobaan ini bertujuan memperoleh informasi pengaruh
perlakuan jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah
varietas baru SS Sakato serta memperoleh jenis mulsa organik terbaik untuk
menekan pertumbuhan gulma. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan
Sukamantri IPB, Bogor, Jawa Barat pada bulan Februari hingga April 2022.
Percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak
(RKLT) dengan faktor tunggal (jenis mulsa) yaitu 8 jenis mulsa dengan 3
ulangan. Jenis mulsa yang diuji adalah tanpa mulsa tanpa penyiangan, tanpa
mulsa dengan penyiangan, tanpa mulsa dengan herbisida bahan aktif
pendimethalin, mulsa jerami padi, mulsa sekam padi, mulsa serbuk kayu,
mulsa plastik hitam dan mulsa plastik perak. Hasil percobaan menunjukkan
bahwa perlakuan jenis mulsa yang digunakan secara umum menekan
pertumbuhan gulma serta meningkatkan hasil bawang merah. Penggunaan
mulsa organik pada budidaya bawang merah SS Sakato berupa jerami padi,
sekam padi, serbuk gergaji cenderung menekan pertumbuhan gulma dan
meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah lebih baik dari
penyiangan manual. Mulsa organik yang terbaik pada penelitian ini adalah
mulsa sekam padi.
Kata kunci: mulsa organik, mulsa sekam padi, pengendalian secara kultur
teknis, pertanian ramah lingkungan. One effort to increase shallot productivity culturally is by using
organic mulch which is effective, cheap and environmentally friendly. This
experiment aims to obtain information on the effect of mulch treatment on the
growth and production of the new SS Sakato variety of shallots and to obtain
the best type of organic mulch to suppress weed growth. The experiment was
carried out at the IPB Sukamantri Experimental Garden, Bogor, West Java
from February to April 2022. The experiment carried out was a Randomized
Complete Block Design (RCBD) with a single factor (types of mulch),
namely 8 levels of mulch with 3 replications. The types of mulch tested were
no mulch without weeding, no mulch with weeding, no mulch with the active
ingredient herbicide pendimethalin, rice straw mulch, rice husk mulch, wood
dust mulch, black plastic mulch and silver plastic mulch. The experimental
results showed that the commonly used type of mulch treatment suppressed
weed growth and increased shallot yields. The use of organic mulch in SS
Sakato shallot cultivation in the form of rice straw, rice husks, sawdust tends
to suppress weed growth and increase shallot growth and production better
than manual weeding. The best organic mulch in this study was rice husk
mulch.
Keywords: environmentally friendly agriculture, organic mulch, rice husk
mulch, atechnical cultural control
