Optimalisasi Zeolit dan Resin untuk menurunkan Salinitas Air sebagai Campuran Beton melalui Proses Ion Exchange
Abstract
Indonesia, sebagai garis pantai terpanjang kedua di dunia, membutuhkan infrastruktur pesisir yang tahan korosi akibat air laut. Korosi beton disebabkan oleh sulfat dan ion klorida dalam air laut. Ion klorida dari garam mengoksidasi ketika bertemu dengan Trikalsium Aluminat dalam semen, membentuk garam Friedel yang akan menyebabkan korosi. Sulfat dalam air laut memengaruhi kekuatan beton dengan meningkatkan jumlah ion dalam campuran beton. Tingginya salinitas air mempercepat korosi karena adanya klorida dan sulfat bereaksi dengan campuran beton. Untuk mengurangi klorida dan sulfat dalam air laut, dilakukan ion exchange dengan resin dan zeolit. Resin anion digunakan untuk menukar anion dalam resin dengan ion pada air laut. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh proses ion exchange terhadap salinitas air laut, komposisi optimum zeolit dan resin terhadap kuat tekan beton, dan hubungan penurunan salinitas dengan kuat tekan beton. Sampel beton berupa silinder 10x20 cm dicampur air garam dan sulfat kemudian dilakukan uji kuat tekan. Proses ion exchange antara zeolit dan resin terbukti efektif mengurangi salinitas dan konsentrasi sulfat dalam beton. Kombinasi terbaik adalah rasio 30:70 pada air garam dan 50:50 pada air sulfat, dengan resin 15% pada air garam dan 8% pada air sulfat serta zeolit 17% pada air garam dan 6% pada air sulfat. Kuat tekan beton tertinggi didapatkan pada beton normal dengan 21,77 MPa dan terendah pada beton kontrol garam dengan 15,50 MPa. Penambahan zeolit dan resin meningkatkan kuat tekan beton, meskipun beton garam dan sulfat belum memenuhi kuat tekan minimum, namun penurunan salinitas dan konsentrasi sulfat dalam campuran beton secara signifikan meningkatkan kuat tekan beton.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
