Aplikasi Slow Release Fertilizer Bersalut Campuran Kitosan, Bahan Humat dan Pati Singkong Pada Pembibitan Sengon
Date
2024Author
Cahyani, Sulis Fajar
Suryaningtyas, R.A. Dyah Tjahyandari
Oktariani, Putri
Metadata
Show full item recordAbstract
Penggunaan pupuk lepas lambat atau slow release fertilizer (SRF)
telah menjadi fokus dalam pertanian modern karena mampu mengurangi
risiko pencemaran lingkungan dan meningkatkan efisiensi penggunaan
pupuk. Pelepasan nutrisi yang lambat dapat diperoleh melalui pelapisan
pupuk. Bahan pelapis SRF dapat terbuat dari berbagai bahan organik dan
anorganik. Beberapa bahan organik yang potensial digunakan sebagai bahan
pelapis adalah kitosan, bahan humat dan pati singkong. Untuk mengetahui
pengaruhnya maka diaplikasikan pada tanaman sengon (Paraserianthes
falcataria). Penelitian ini dilaksanakan dua tahap, yang pertama pembuatan
SRF dengan melapisi NPK dan kedua pengujian SRF. Proses pelapisan pada
pupuk NPK Mutiara 16:16:16 menggunakan kitosan, asam humat dan pati
singkong dengan kombinasi perbandingan SRF 1 (3:1:1), SRF 2 (1:3:1), SRF
3 (1:1:3), dan SRF 4 (1:1:1). Uji karakteristik fisik dilakukan dengan uji daya
tahan pelapis slow release fertilizer terhadap tetesan air dan rendaman air
serta uji pelapis menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM)
sedangkan uji karakteristik kimia dilakukan dengan pengujian hara SRF dan
pelepasan ion hara SRF melalui tabung perkolasi serta analisis tanah setelah
panen (12 MST). Sedangkan aplikasi SRF pada tanaman sengon dilakukan
dengan menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri dari 6 perlakuan
dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil uji perkolasi konsentrasi hara K
yang terlarut berturut-turut dari yang terendah adalah SRF 4, SRF 2, SRF3,
SRF 1, dan NPK. Sedangkan konsentrasi hara P yang terlarut adalah SRF 2,
SRF 3, SRF 1, SRF 4 dan NPK. Perlakuan SRF 2 dan NPK terhadap
pertumbuhan bibit sengon berpengaruh nyata meningkatkan tinggi tanaman,
dan cenderung meningkatkan diameter batang dan jumlah daun. Formulasi
terbaik untuk bibit sengon adalah pupuk dengan bahan pelapis yang
didominasi kitosan. Formulasi dari pupuk tersebut menghasilkan bibit sengon
yang tinggi dengan diameter yang juga besar.
Kata kunci : pelapisan pupuk, pupuk NPK, uji perkolasi The use of slow release fertilizer (SRF) has become a focus in modern
agriculture because it can reduce the risk of environmental pollution and
increase the efficiency of fertilizer use. Slow release of nutrients can be
achieved through layering of fertilizer. SRF coating materials can be made
from a variety of organic and inorganic materials. Some organic materials that
have the potential to be used as coating materials are chitosan, humic
substance and cassava starch. In order to determine its effect, it was applied
to the sengon (Paraserianthes falcataria) seedling. This research was carried
out in two stages, the first was making SRF and the second stage was testing
SRF. The process of making SRF was carried out by coating NPK Mutiara
16:16:16 fertilizer using chitosan, humic substance and cassava starch with 4
combination, namely SRF 1 (3:1:1), SRF 2 (1:3:1), SRF 3 (1:1:3 ), and SRF
4 (1:1:1). The physical characteristics was carried out by testing the durability
of the SRF against water droplets and water immersion as well as the coating
test using a Scanning Electron Microscope (SEM) while the chemical
characteristics test was carried out by testing SRF nutrients and releasing SRF
nutrient ions through percolation tubes and soil analysis after 12 weeks.
Meanwhile , in order to examine the effect of SRF, it was applied to sengon
(Paraserianthes Falcataria) seedlings using a completely randomized
design, consisting of 6 treatments with 3 replications. Based on the results of
the percolation test, the dissolved K nutrient concentrations, from the lowest
respectively, were SRF 4, SRF 2, SRF3, SRF 1, and NPK. Meanwhile, the
dissolved P nutrient concentrations were SRF 2, SRF 3, SRF 1, SRF 4 and
NPK. The application of SRF to the growth of sengon (Paraserianthes
falcataria) seedlings had a significant effect on increasing plant height, and
tended to increase stem diameter and number of leaves. The best formulation
was fertilizer with a coating material that is dominated by chitosan. The
formulation of this fertilizer produces height sengon seeds with a large
diameter
