Redesain Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Lindi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Bantargebang Bekasi
Abstract
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang Bekasi sebagai hasil Proyek Strategis Nasional sudah beroperasi sejak tahun 2018. PLTSa memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) lindi yang belum optimal dalam mengolah lindi karena konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD) yang masih tinggi di atas baku mutu lindi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 59 Tahun 2016. Hasil outlet IPAL lindi yang tidak optimal berakibat mencemari lingkungan di sekitar PLTSa Bantargebang Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi IPAL lindi PLTSa, mengkarakterisasi lindi yang dihasilkan dari bunker PLTSa, meredesain proses kimia dan biologi IPAL lindi dan menghitung kinerja IPAL lindi secara teknis dan ekonomis. Metode analisis laboratorium untuk mengetahui karakteristik lindi yang disesuaikan dengan parameter baku mutu lindi. Metode jar test digunakan untuk reformulasi pada unit pengolahan kimia koagulasi flokulasi.
Hasil evaluasi menunjukkan parameter BOD, COD dan nitrogen hasil outlet IPAL belum memenuhi baku mutu sehinga perlu dilakukan evaluasi di masing-masing proses IPAL yaitu pengolahan secara kimia koagulasi flokulasi dan pengolahan secara biologi anoksik aerob. Hasil karakterisasi lindi menunjukkan terdapat perbedaan signifikan parameter COD lindi pada musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim kemarau COD lindi mencapai 19.883 mg/L sedangkan pada musim hujan mencapai 7.605 mg/L. Perancangan IPAL lindi dilakukan dengan memperbaiki proses unit pengolahan kimia termasuk jenis koagulan dan flokulan yang digunakan. Hasil jar test dengan membandingkan koagulan flokulan yang ada, pilihan bahan kimia koagulan flokulan PACG30-FUH dan PAC20-FUHM bekerja paling efektif dalam menurunkan COD dengan efisiensi 96,71% dan 96,81%. Redesain IPAL lindi PLTSa Bantargebang Bekasi dihitung berdasarkan hasil percobaan jar test dan dihasilkan desain baru untuk unit proses kimia yaitu unit ekualisasi dilengkapi dengan pengaturan pH, penggantian reaktor koagulasi flokulasi menggunakan sistem pengadukan mekanis dan modifikasi reaktor biologis anoksik aerob. Perhitungan ekonomi penggantian koagulan flokulan PLTSa dengan PACG30-FUH memberikan dampak penurunan biaya pengadaan bahan kimia sebesar 70,34%. Biaya penggunaan bahan kimia koagulan flokulan per m3 air lindi adalah Rp. 150.212,00 dan biaya energi listrik yang dibutuhkan untuk mengolah lindi per m3 adalah Rp. 12.565,00.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
