Pengaruh Amelioran Fly Ash pada Tanah Gambut terhadap Fluks CO2 pada Beberapa Kadar Air
Abstract
Tanah gambut akan melepaskan CO2 akibat dekomposisnya. Fly ash
sebagai limbah industri yang kaya akan mineral, diperkirakan dapat mempengaruhi
proses dekomposisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan pengaruh
pemberian fly ash terhadap fluks CO2 pada tanah gambut dengan variasi kadar air
yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan
Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB
dari Januari hingga April 2024. Penelitian dilaksanakan dalam rancangan acak
lengkap faktorial dua faktor, yaitu dosis fly ash (0%, 2,5%, 5%, dan 10% w/w) dan
kadar air tanah (80%, 100%, dan 120% dari kapasitas lapang). Pengukuran fluks
CO2 dilakukan pada hari ke-1, ke-8, dan ke-22 setelah pemberian perlakuan dengan
Li-Cor Li-830. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fly ash
berpengaruh signifikan terhadap fluks CO2 pada minggu ke-0 (1 hari), namun
pengaruh tersebut tidak signifikan pada minggu ke-1 (8 hari) dan minggu ke-3 (22
hari). Variasi kadar air tanah menunjukkan pengaruh signifikan terhadap fluks CO2
pada minggu ke-0 dan ke-1, namun tidak signifikan pada minggu ke-3. Tidak
terdapat interaksi signifikan antara dosis fly ash dan kadar air tanah terhadap fluks
CO2 pada semua waktu pengukuran. Peningkatan kadar air hingga 100% dari
kapasitas lapang cenderung meningkatkan fluks CO2, sedangkan pemberian fly ash
pada dosis tinggi cenderung meningkatkan laju dekomposisi bahan organik pada
pengukuran awal (1 hari). Temuan ini menunjukkan bahwa fly ash memiliki potensi
untuk digunakan sebagai amelioran tanah gambut. Peat soil will release CO2 due to its decomposition. Fly ash, as an industrial
waste that is rich in minerals, is thought to influence the decomposition process.
This research was aimed to determine the effect of giving fly ash on CO2 flux in
peat soil with different water content. The research was carried out at the Soil
Chemistry and Fertility Laboratory, Department of Soil Science and Land
Resource, Faculty of Agriculture, IPB from January to April 2024. The research
was carried out in a two-factor completely randomized design, namely fly ash
dosage (0%, 2.5%, 5 %, and 10% w/w) and soil water content (80%, 100%, and
120% of field capacity). CO2 flux measurements were carried out on the 1st, 8th
and 22nd days after treatment with Li-Cor Li-830. The results showed that giving
fly ash had a significant effect on CO2 flux in 0th week (1 day), but this effect was
not significant in 1st week (8 days) and 3rd week (22 days). Variations in soil water
content showed a significant influence on CO2 fluxes in the 0th and 1st weeks but
were not significant in the 3rd week. There was no significant interaction between
fly ash dose and soil water content on CO2 flux at all measurement times. Increasing
water content to 100% of field capacity tends to increase CO2 flux, while
administering fly ash at high doses tends to increase the rate of organic matter
decomposition in initial measurements (1 day). These findings indicate that fly ash
has the potential to be used as a peat soil ameliorant.
