Pengembangan Ekowisata Kain Batik Tradisional di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur
Date
2024Author
Putri, Alcharisa Dilaniati
Prabandari, Dyah
Dewi, Helianthi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kabupaten Bangkalan memiliki potensi kain batik yang dapat di
kembangkan dan dilestarikan. Tujuan pengembangan ekowisata kain batik
tradisional untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sehingga batik di Bangkalan
ini dapat lebih dikenal dan dipromosikan agar dapat digunakan baik luar maupun
dalam madura terutama kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dilakukan pada bulan
Januari-Februari 2024. Data yang diambil yaitu potensi batik, tingkat pengetahuan
dan ketertarikan masyarakat, persepsi pengunjung dan minat aktivitas pengunjung.
Data pada penelitian ini wawancara, kuesioner dan observasi. Analisis data yang
dilakukan menggunakan tabel distribusi frekuensi dengan analisis kualitatif
deskriptif. Penilaian dari masyarakat dan pengunjung terhadap pengembangan
ekowisata batik mencakup, pengetahuan, ketertarikan, persepsi dan minat aktivitas.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah membuat program ekowisata yang
menitikberatkan pada konsep edukasi dan konservasi, program yang dirancang
untuk melestarikan agar Batik tidak terlupakan terutama untung generasi muda.
Kegiatan dalam program ekowisata ini disusun berdasarkan dari sumberdaya wisata
potensial serta kesenian dan budaya yang menarik untuk dikemas menjadi sebuah
program wisata di Kabupaten Bangkalan. Program edukasi dan konservasi
memiliki judul program “baberta” batik bercerita, “FuntasTik” Funtastic Batik atau
Batik yang menyenangkan dan membuat video promosi. Pengembangan ekowisata
kain batik tradisional di Kabupaten Bangkalan didasari dari potensi objek,
masyarakat, pengunjung dan pengrajin. Bangkalan Regency has the potential for batik cloth that can be developed
and preserved. The purpose of developing traditional batik cloth ecotourism is to
improve the quality and quantity so that batik in Bangkalan can be better known
and promoted so that it can be used both outside and inside Madura, especially
Bangkalan Regency. This activity was carried out in January-February 2024. The
data taken were batik potential, level of knowledge and interest of the community,
visitor perception and interest in visitor activities. The data in this study were
interviews, questionnaires and observations. Data analysis was carried out using a
frequency distribution table with descriptive qualitative analysis. Assessments from
the community and visitors to the development of batik ecotourism include
knowledge, interest, perception and interest in activities. The final result of this
study is to create an ecotourism program that emphasizes the concept of education
and conservation, a program designed to preserve so that Batik is not forgotten,
especially for the younger generation. Activities in this ecotourism program are
arranged based on potential tourism resources as well as interesting arts and culture
to be packaged into a tourism program in Bangkalan Regency. The education and
conservation program has the title of the program "baberta" batik storytelling,
"FuntasTik" Funtastic Batik or Batik that is fun and making promotional videos.
The development of traditional batik cloth ecotourism in Bangkalan Regency is
based on the potential of objects, communities, visitors and craftsmen.
Collections
- UT - Ecotourism [220]
