Studi Kasus: Perbandingan Metode Analisis Tanin untuk Mengatasi Krisis Pengadaan Bahan Indigo Karmin
Abstract
Tanin merupakan senyawa pada teh yang dapat digunakan sebagai pedoman
mutu karena memberikan cita rasa yang khas terhadap teh tersebut yaitu rasa yang
sedikit sepat. Metode yang biasa digunakan untuk menganalisis kadar tanin yaitu
dengan metode titrasi peranganometri. Namun, terdapat kendala dalam pengadaan
bahan reagen indigo karmin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
perbandingan hasil analisis kadar tanin menggunakan metode titrasi
permanganometri dan spektrofotometri. Berdasarkan hasil uji-t yang diperoleh nilai
t stat sampel bebas independent yang dihasilkan t stat (thitung) haitu -1,67446,
dengan nilai t critical two tailed (ttabel) sebesar 2,17881, dan nilai P(T<=t) two tailed
(p value) sebesar 0,020144. Hal ini menunjukan bahwa metode spektrofotometri
dan tanin pada analisis tanin berbeda nyata pada tingkat signifikansi 5%, karena
nilai P(T<=t) two tailed (p value) < a 0,05 sehingga H0 diterima. Faktor penyebab
terjadinya penurunan kadar tanin metode spektrofotometri bisa disebabkan oleh
suhu dan hidrolisis. Tannin is a compound in tea that can be used as a quality guide because it gives the
tea a distinctive taste, namely a slightly astringent taste. The method commonly
used to analyze tannin levels is the permanganometric titration method. However,
there are obstacles in procuring the indigo carmine reagent. This research aims to
determine the effectiveness of comparing the results of tannin content analysis
using the permanganometric and spectrophotometric titration methods. Based on
the results of the t-test, the t stat value obtained for the independent free sample
resulted in a t stat (tcount) of -1.67446, with a critical two-tailed t value (ttable) of
2.17881, and a P(T<=t) value of two-tailed (p value) is 0.020144. This shows that
the spectrophotometric and tannin methods in tannin analysis are significantly
different at the 5% significance level because the two-tailed P(T<=t) value (p-value)
< a 0.05 so H0 is accepted. Factors causing a decrease in tannin levels using
spectrophotometric methods can be caused by temperature and hydrolysis.
