Keterkaitan dan Pengaruh Driving Force dari Populasi, Kemakmuran, dan Teknologi Terhadap Emisi Karbon di Negaranegara G20 Tahun 1990-2019 dengan Model STIRPAT
Abstract
Lada Indonesia memegang peranan peranan dalam perekonomian negara sebagai salah satu komoditas ekspor utama. Indonesia adalah salah satu produsen lada terbesar di dunia, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan ekspor dan kesejahteraan petani. Keberadaan lada Indonesia di pasar global, khususnya di Amerika Serikat dan Jerman, memperlihatkan potensi ekonomi yang substansial, menjadikannya komoditas yang strategis dalam perdagangan internasional.
Nilai ekspor dan pangsa pasar ekspor lada Indonesia mengalami penurunan di pasar global, terutama di pasar Amerika Serikat dan Jerman. Penurunan nilai ekspor mengindikasikan tengah menghadapi sejumlah tantangan signifikan yang mempengaruhi daya saingnya. Penurunan kualitas produk, persaingan harga yang ketat, serta fluktuasi harga dan biaya produksi yang tinggi memperburuk ketidakstabilan harga, memengaruhi posisi kompetitif lada Indonesia di pasar internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya saing lada Indonesia menggunakan pendekatan analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD), serta memahami posisi pemintaan melalui Simultaneous Demand System (SDS). Tujuan penelitian adalah untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai posisi lada Indonesia di pasar internasional dan mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan daya saing produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks RCA mencerminkan penurunan daya saing lada Indonesia, yang menandakan perlunya perbaikan kualitas produk dan strategi pemasaran yang lebih efektif. Analisis EPD menunjukkan pada posisi pasar lagging retreat mengidentifikasi tantangan dalam persaingan harga tetapi juga mengungkapkan peluang dalam optimalisasi strategi distribusi dan penetapan harga. Oleh karena itu, investasi dalam teknologi, sertifikasi internasional, dan diversifikasi produk adalah langkah-langkah strategis yang krusial untuk meningkatkan daya saing. Kemuan hasil analisis menggunakan Simultaneous Demand System (SDS) menunjukkan bahwa penyesuaian terhadap perubahan harga dan respons terhadap fluktuasi pasar adalah aspek penting dalam mempertahankan dan memperbaiki daya saing lada Indonesia. Penelitian ini menekankan perlunya pengembangan kebijakan yang holistik, kerja sama antara sektor publik dan swasta, serta investasi berkelanjutan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di pasar internasional secara efektif.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
