Global Value Chain (GVC) Industri Pulp dan Kertas di Indonesia: Pendekatan Multiregional Input-Output (MRIO)
Abstract
Global Value Chain (GVC) berperan penting bagi suatu negara, terutama untuk
negara berkembang seperti Indonesia. Partisipasi dalam GVC dapat meningkatkan
produktivitas dan daya saing yang mengarah pada pembangunan berkelanjutan. Indonesia
merupakan produsen pulp ke-8 dan kertas ke-6 di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis partisipasi GVC industri pulp dan kertas Indonesia, menganalisis keterkaitan
industri pulp dan kertas Indonesia terhadap sektor dan negara lain, serta menganalisis
dampak peningkatan ekspor pulp dan kertas Indonesia terhadap output dan nilai tambah.
Metode yang digunakan merupakan analisis keterkaitan dan analisis dampak menggunakan
Tabel MRIO tahun 2022 menurut 35 sektor industri dan 63 negara. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa partisipasi industri pulp dan kertas Indonesia dalam GVC masih
rendah. Industri pulp dan kertas Indonesia masih lemah baik dalam menarik pertumbuhan
produksi sektor hulunya maupun dalam mendorong pertumbuhan produksi sektor hilirnya.
Industri ini juga memiliki keterkaitan ke depan dengan negara lain yang didominasi oleh
industri pulp dan kertas itu sendiri tetapi masih memiliki nilai yang rendah. Peningkatan
ekspor pada industri pulp dan kertas Indonesia memiliki pengaruh yang besar terhadap
output dan nilai tambah di industri perekonomian Indonesia. Global Value Chain (GVC) plays an important role for a country, especially for
developing countries like Indonesia. Participation in GVC can increase productivity and
competitiveness leading to sustainable development. Indonesia is the 8th pulp and 6th paper
producer in the world. This study aims to analyze the GVC participation of the Indonesian
pulp and paper industry, analyze the linkages of the Indonesian pulp and paper industry to
other sectors and countries, and analyze the impact of increasing Indonesian pulp and paper
exports on output and added value. The method used is a linkage analysis and impact
analysis using the MRIO Table in 2022 according to 35 industrial sectors and 63 countries.
The results of the study show that the participation of the Indonesian pulp and paper
industry in GVC is low. The Indonesian pulp and paper industry is low both in attracting
growth in its upstream sector production and in encouraging growth in its downstream
sector production. This industry also has future linkages with other countries that are
dominated by the pulp and paper industry itself but still have low value. Increasing exports
in the Indonesian pulp and paper industry has a major impact on output and added value in
the Indonesian economic industry.
