Analisis Pengembangan Unit Usaha Baru Produksi Minyak Nilam (Patchouli Oil) Pt. Riasima Abadi Farma
View/ Open
Date
2003Author
Prihadi, Wisto
Syah, Hamdani M.
Ma'Arif, Syamsul
Metadata
Show full item recordAbstract
Minyak nilam (patchouli oil) sebagai salah satu jenis minyak atsiri memiliki kelebihan dibanding minyak atsiri lainnya seperti susunan komponen dari pembentuk minyak nilam yang sangat serasi, bau minyak yang cocok untuk dipakai apa adanya sebagai bahan baku kosmetika, bersifat fixative, memiliki prospek pasar yang cukup cerah dan ,nilai tambah cukup tinggi dari proses pengolahannya. Rata-rata kebutuhan pasar dunia saat ini sebesar 1.700-1.900 ton per tahun dengan kecenderungan terus meningkat. Harga minyak nilam di pasaran dunia cenderung stabil dalam kisaran antara US$ 26,5 per kg sampai dengan US$ 35 per kg. Disamping prospek pasar yang cukup cerah dan harga yang menguntungkan, pohon nilam dapat tumbuh dengan baik . di beberapa · wilayah Indonesia khususnya di Jawa Tengah, sehingga menjamin paso��n. bahan baku berupa daun nilam.
Kondisi di atas telah menarik perhatian PT. Riasima Abadi Farma (PT. RAF) sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi untuk turut serta memanfaatkan peluang tersebut dalam rangka meningkatkan keuntungan perusahaan. Selarr1a du.a tahlin terakhir, PT. RAF telah melakukan kegiatan proses produksi penyulingan langsung dengan memodifikasi mesin produksi parasetamolnya secara sederhana dan juga melakukan kegiatan produksi minyak nilam yang berkualitas dengan melakukan pemurnian minyak nilam. Namun demikian kegiatan tersebut, sangat tergantung dari jumlah pasokan minyak nilam dari petani, sehingga kegiatan proses produksi seringkali terganggu.
Sehubungan dengan hal tersebut dan mengingat prospek usaha minyak nilam yang cukup menguntungkan maka perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan produksi minyak nilam secara lebih serius yakni dengan rencana untuk melakukan investasi terhadap budidaya kebun nilam dan pembangunan sarana produksi penyulingan minyak nilam yang terintegrasi dan terpisah dari unit produksi obat-obatan. Selain itu, hal tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan visi PT.
Riasima Abadi Farma '"Menjadi produsen terkemuka bahan baku obat dan minyak esensial (essential oil) di tingkat nasional maupun regional•��
Metode penelitian yang diterapk_an adalah metod�� analisa deskriptif melalui studi kasus pada PT. Riasima Abadi Farma dah survei laparigan ke perkebunan petani nilam di wilayah Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung dengan manajemen PT. RAF dan pihak di luar perusahaan yang kompeten seperti Sadan Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tenaga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) serta para pelaku pemasok bisnis minyak nilam mulai dari petani ...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
