Analisis Perilaku Konsumen Sari Buah Mengkudu Dalam Kapsul Merek Pacekap dan Implikasinya Pada Strategi Bauran Pemasaran Pt Jamu Puspo Internusa Di Wilayah Bogor
View/ Open
Date
2003Author
Widayanti, Tri Yudi
Sumarwan, Ujang
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Mengkudu merupakan salah satu jenis tanaman yang akhir-akhir ini banyak diminati masyarakat Indonesia karena diakui memiliki khasiat untuk kesehatan. Diantara manfaat mengkudu yang diyakini adalah meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan tekanan darah, melawan kanker dan tumor, menghilangkan rasa sakit (analgetik), antiradang dan antialergi, antibakteri, serta menguatkan dan memperbaiki sistem pencemaan dan lain-lain. Tingginya minat masyarakat terhadap buah mengkudu tersebut mendorong berkembangnya industri pengolahan mengkudu sebagai makanan kesehatan, dengan persaingan yang semakin konpetitif. PT. Jamu Puspo lntemusa adalah salah satu produsen yang menawarkan produk makanan sari buah mengkudu dalam kapsul lewat salah satu produknya yang diberi merek Pacekap. Untuk dapat bertahan dalam persaingan, produsen perlu memahami keinginan dan perilaku konsumen terhadap produk yang dihasilkannya.
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis konsumsi produk sari buah mengkudu dalam kapsul merek Pacekap dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembeliannya; (2) Menganalisis atribut-atribut apa yang dianggap unggul dari sari buah mengkudu dalam kapsul merek Pacekap dibandingkan dengan produk sejenis lainnya dari sisi konsumen; (3) Merumuskan altematif strategi bauran pemasaran yang tepat untuk produk sari buah mengkudu dalam kapsul merek Pacekap.
Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode survai dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung kepada manajemen PT. Jamu Puspo lntemusa dan kepada konsumen produk sari buah mengkudu dalam berbagai bentuk dengan panduan kuesioner terstruktur. Data sekunder diperoleh dari internal perusahaan, BPS dan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Elemen pengambilan contoh adalah konsumen individu pria dan wanita yang berumur 17 tahun keatas dan memiliki pengenalan terhadap produk sari buah mengkudu dalam berbagai bentuk. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 150 responden di wilayah Bogor Waktu penelitian adalah bulan September hingga November 2002. Data dianalisa dengan dengan menggunakan analisis deskriptif, reliabilitas dan analisis biplot untuk menggambarkan perceptual mapping.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase usia dewasa (26 tahun keatas) yang mengkonsumsi sari buah mengkudu lebih banyak dibandingkan dengan kisaran usia muda (25 tahun ke bawah). Alasan utama responden untuk mengkonsumsi sari buah mengkudu didominasi oleh alasan untuk menjaga kesehatan atau stamina dan menurunkan tekanan darah tinggi. Sebaliknya alasan terbanyak konsumen yang tidak mengkonsumsi sari buah mengkudu dikarenakan belum merasa membutuhkan dan tidak menyukai aroma/rasanya yang tidak sedap. ...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
