Analisis Sikap Konsumen Terhadap Atribut Pengecer Pakan Ikan dan Implikasinya Dalam Pengembangan Strategi Pemasaran
Abstract
Meningkatnya jumlah petani ikan mas yang begitu cepat menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan pakan ikan (pellet). Hal ini menjadi daya tarik bagi tumbuhnya usaha eceran pakan ikan. Dalam menjalankan usahanya, pengecer pakan ikan menerapkan strategi pemasaran yang hampir sama satu dengan lainnya, baik merek produk yang dijual harga penjualan maupun bentuk layanan yang diberikan kepada pelanggan. Dalam suatu persaingan usaha, terlebih lagi persaingan di dalam kelompok strategis, pengecer harus mampu mengetahui dan memahami apa yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan, karena informasi ini sangat diperlukan dalam memilih dan menentukan strategi pemasaran yang akan diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribut pengecer yang mempengaruhi sikap konsumen dalam memilih pengecer, menganalisis persaingan yang terjadi dalam usaha eceran pakan ikan, dan merekomendasikan strategi pemasaran yang tepat bagi pengecer untuk meningkatkan penjualannya. Penelitian ini dilakukan disekitar waduk cirata pada wilayah zona III Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan contoh dengan cara kuota (Quota Sampling). Responden yang digunakan adalah 99 orang petani dan 5 pengecer. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang dikumpulkan dengan cara menyebar kuesioner dan wawancara, data sekunder dikumpulkan dari Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), Dinas Perikanan dan data internal perusahaan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan menggunakan skala likert, Metode Fishben, Analisis Citra dan Analisis lingkungan industri. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan, untuk tingkat kepentingan atribut pengecer dengan menggunakan rumus median diperoleh hasil sebagai berikut terdapat satu atribut yang dianggap sangat penting yaitu atribut sistem pembayaran. Hal ini karena sebagian besar petani merupakan petani kecil dengan modal yang terbatas sehingga untuk biaya pembelian pakan sangat memerlukan keringanan dalam hal pembayarannya, yaitu pembayaran setelah panen; tiga atribut yang dianggap penting yaitu atribut harga, reputasi dan kejujuran, dan atribut lokasi; dan tiga atribut lainnya ragu-ragu, tidak penting dan sangat tidak penting yaitu atribut keragaman merek, pembelian hasil dan penyediaan bibit. Hal ini memberi isyarat bahwa pengecer sebaiknya lebih memperhatikan dan memperbaiki kinerjanya pada keempat atribut yang dianggap penting dan sangat penting.
Collections
- MT - Business [4063]
