Analisis Perencanaan Laba Pada Unit Usaha Susu Koperasi Peternakan Bandung Selatan (Kpbs) Pangalengan Jawa Barat
View/ Open
Date
2003Author
Sulistio, Tri
Tanopruwito, Djoni
Kusumastanto, Tridoyo
Metadata
Show full item recordAbstract
KPBS Pangalengan merupakan industri yang mengolah susu menjadi olahan susu dan juga merupakan salah satu usaha peternakan yang dikelola dalam bentuk koperasi. Produk yang dihasilkan dalam bentuk susu segar yang Bangsung dijual ke konsumen dalam bentuk pak dan susu segar yang djual ke Industri Pengolahan Susu. Pada saat ini KPBS Pangalengan berorientasi pada penjualan langsung ke konsumen dibandingkan dengan menjualnya ke Industri Pengolahan Susu dikarenakan keuntungan atau laba yang diperoleh lebih besar. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana KPBS Pangalengan dalam merencanakan laba yang diperoleh pada tahun mendatangdengan lebih baik. Perencanaan laba, volume produksi dan biaya pada KPBS Pangalengan masih berdasarkan simulasi dan mencoba-coba yang didahului penetapan laba yang diraih. Dalam melakukan perencanaan dengan memproyeksikan susu segar yang akan diolah dan diperoleh dari pembelian pada para peternak. Pada ahap ini simulasi dilakukan dengan mengindahkan realisasi pembelian susu segar, memperhatikan kemampuan kapasitas olah serta faktor-faktor kekuatan dan kelemahan yang ada. Dari hasil perencananaan tahap awal diperoleh total produksi produk yang akan dijual sesuai dengan harga jual yang ditetapkan berdasar harga jual tahun yang lalu. Tahap selanjutnya adalah perencanaan biaya yang berdasarkan pada realisasi biaya satuan tahun sebelumnya yang cimbul pada setiap bagian. Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi pokok masalah dirumuskan: (1) Berapa biaya tetap yang dikeluarkan untuk melaksanakan Kegiatan dalam perusahaan? (2) Berapa volume penjualan pada break even point? (3) Berapa besar pengaruh perubahan volume penjualan terhadap pencapaian laba? (4) Strategi apa yang dapat direkomendasikan untuk kemajuan Derusahaan?. Tujuan dari penelitian adalah: (1) Menentukan perilaku biaya yang diperlukan untuk pencapaian perencanaan laba. (2) Menentukan titik impas "Break Even Point), menentukan batas aman (Margin of Safety), DOL (Degree of Operating Leverage) dan menguji analisa sensitivitas. (3) Menentukan prediksi Denjualan dan biaya produksi. (4) Menentukan strategi perencanaan laba yang dapat direkomendasikan bagi koperasi. Penelitian dilakukan pada KPBS Pangalengan, Bandung Jawa Barat. Pelaksanaan dilakukan pada bulan Februari 2002 sampai bulan April 2002. Jenis data yang dikumpilkan adalah data primer dan data sekunder baik kuantitatif..dst.
Collections
- MT - Business [4063]
