Perencanaan Strategik Bisnis Asuransi Kerugian Pt. Asuransi 'X' Di Jakarta
Abstract
Permasalahan yang dihadapi oleh P.T. Asuransi X adalah bahwa trend perkembangan penerimaan Premi Brutonya selama 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2000 tidak setinggi trend perkembangan penerimaan Premi Bruto industri asuransi kerugian di Indonesia. Demikian pula dengan segmen pasarnya yang cenderung tidak berkembang sebagaimana industrinya, bagaimana pengelolaan sumberdaya terutama sumberdaya manusia, yang kesemuanya harus disempurnakan guna meraih pangsa pasar yang lebih besar, mengingat industri berkembang cepat. Perhatian juga perlu diberikan terhadap pernyataan Visi dan Misi yang cenderung sulit untuk dicapai dalam jangka waktu pengembangan bisnis normal (10-15 tahun). Dari berbagai permasalahan tersebut diatas, dilakukanlah penelitian lebih lanjut guna mengetahui penyebab rendahnya penerimaan Premi Bruto selama 10 tahun terakhir, sekaligus untuk melihat penyebab yang mengakibatkan kecilnya segmen pasar, dimana total penerimaan Premi Brutonya pada tahun 2000 hanya berkisar 0,52% dari industri. Dilakukan juga evaluasi terhadap sumberdaya yang ada dan dicoba untuk memberikan alternatif pemilihan strategi dan perencanaan strategiknya. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pusat dan beberapa cabangnya serta dikantor Dewan Asuransi Indonesia di Jakarta. Digunakan Metode Deskriptif dengan melakukan studi kasus yang meliputi wawancara, observasi maupun tertulis menggunakan Daftar Pertanyaan / kuesioner. Jenis data adalah data primer dan data sekunder yang bersumber dari sampel yang diambil baik secara acak / random maupun yang dipilih / purposive karena kepakarannya, n 25%, populasi 100 orang. Pertama- tama akan dilihat trend garis regresi perusahaan dan industri dengan menggunakan persamaan regresi Ya +bX, dengan n = 10 sehingga akan terlihat kemungkinan adanya perbedaan slopnya yang menandakan adanya gap perkembangan penerimaan Premi Bruto antara industri dengan P.T. Asuransi X. Mendeskripsikan Visi dan Misi dengan kondisi / posisi perusahaan terhadap lingkungannya/industri, melakukan evaluasi terhadap Faktor Internal dan Eksternal (IFE dan EFE), selanjutnya melakukan analisis SWOT terhadap Critical Success Factors /CSF. Para pakar akan memberikan bobot dan rating terhadap CSF tersebut dimana kemudian kedua angka tersebut dikalikan akan diperoleh Nilai / Skor dari masing-masing CSF baik internal maupun eksternal. Seluruh nilai Faktor Internal dijumlahkan akan diperoleh Total Nilai Faktor Internal, demikian pula untuk Faktor Eksternal, akan didapat Total Nilai Faktor Eksternal, yang selanjutnya kedua Total Nilai tersebut dimasukkan kedalam Internal-External Matrix 9 sel. Total Nilai Faktor Internal pada sumbu X dan Total Nilai Faktor Eksternal pada sumbu Y, dimana kedua garis tersebut akan berpotongan pada suatu titik disalah satu sel I-E Matrix, yang akan menunjukkan pilihan Strategi Utama yang kemudian dijabarkan lebih lanjut kedalam program-program kerja....dst.
Collections
- MT - Business [4063]
