Peranan Sektor Agroindustri Terhadap Perekonomian Sumatera Utara
View/ Open
Date
2002Author
Sitanggang, Manusun
Sri Hartoyo
Kusnadi, Nunung
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan ekonomi di Sumaterta Utara sangat ditentukan oleh sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan, hotel dan restoran. Ketiga sektor ini memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto rata-rata diatas 71% pada periode tahun 1997 s/d 2000, merupakan keunggulan komparatif bagi daerah Sumatera Utara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam menunjang pelaksanaan Otonomi Daerah. Pada PELITA V dan VI sektor agroindustri di Sumatera Utara merupakan sektor pemimpin diikuti dengan sektor pertanian dan perdagangan, sedang pada tahun 1999 dan 2000 posisi sektor agroindustri digantikan oleh sektor pertanian. Kedua sektor ini merupakan sektor yang paling berperan di Sumatera Utara dan bertumbuh secara bersama, dimana sektor pertanian sebagai pasar bagi produk sektor agroindustri dan sebaliknya sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku bagi sektor agroindustri disamping sektor lainnya. Besarnya peranan sektor agroindustri dalam perekonomian Sumatera Utara perlu diketahui untuk dijadikan sebagai dasar perencanaan pembangunan sektor agroindustri dan pembangunan ekonomi daerah umumnya. Hal ini tergantung pada besarnya keterkaitan sektor ini dengan sektor lainnya untuk membentur struktur perekonomian daerah. Menurut Abadi (1995), sektor agroindustri di Sumatera Utara memiliki kemampuan untuk mendorong peningkatan produksi sektor yang menggunakan outputnya lebih kuat dari pada kemampuan untuk mendorong sektor yang memberikan input baginya. Demikian juga dengan Silalahi (1992) menyimpulkan bahwa industri kayu dan kertas di Sumatera Utara memiliki kemampuan untuk mendorong sektor lain yang menyediakan input baginya jauh lebih besar dibanding menyediakan input bagi sektor lain. Untuk mengetahui besarnya peranan sektor agroindustri di dalam perekonomian Sumatera Utara dapat dianalisis melalui Analisis Input-output yang dikembangkan oleh Wassily Leontief. Berdasarkan tabel Input-Output Sumatera Utara tahun 2000 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara dapat diketahui kemampuan sektor agroindustri untuk mendorong pertumbuhan sektor lain yang menyediakan input baginya dan sektor lain yang menggunakan output sektor agroindustri itu sendiri. Demikian juga dengan kemampuan sektor agroindustri untuk mendorong pertumbuhan seluruh sektor ekonomi di Sumatera Utara. Tabel Input-Output Sumatera Utara tahun 2000 menunjukkan jumlah permintaan Sumatera Utara sebesar 145.992.181 juta rupiah, terdiri dari permintaan antara dan permintaan akhir. Permintaan akhir tersebut dialokasikan untuk memenuhi permintaan domestik sebesar 57.049.744 juta rupiah (66,72%) dan lainnya untuk memenuhi permintaan ekspor sebesar 28.453.504 juta rupiah (33,28%).
Collections
- MT - Business [4063]
