Formulasi Strategi Bisnis Pt. Socfin Indonesia Dalam Menghadapi Perubahan Lingkungan
View/ Open
Date
2002Author
Bangun, Simon
Gumbira-Said, E
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
PT. Socfin Indonesia adalah perusahaan perkebunan yang menghasilkan produk Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, karet serta kecambah kelapa sawit. Kebutuhan minyak sawit dunia yang belum tercukupi merupakan peluang bagi PT. Socfin Indonesia untuk mengembangkan bisnis perkebunan kelapa sawitnya. Pada sisi lain PT. Socfin Indonesia menghadapi persoalan rendahnya harga karet alam, pangsa pasar kecambah yang kecil, pengaruh globalisasi, kondisi sosial politik dan hukum dalam negeri yang sulit diprediksi karena diluar kontrol perusahaan. Ruang lingkup dalam penelitian ini dibatasi hanya pada pemberian alternatif strategi bisnis dan rekomendasi strategi bagi PT. Socfin Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang dikategorikan menjadi data-data lingkungan internal dan lingkungan eskternal perusahaan. Data lingkungan internal meliputi sejarah dan keadaan umum organisasi, misi dan tujuan perusahaan, struktur organisasi, kelemahan dan kekuatan fungsional manajemen perusahaan, budaya organisasi, sedangkan data lingkungan eksternal meliputi kondisi politik, ekonomi, sosial budaya dan teknologi. Teknik pengambilan contoh dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dimana penulis memilih sendiri pihak-pihak yang menjadi responden yang terdiri dari responden internal yaitu manajemen dan responden eksternal yaitu pakar. Tenik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung dilapangan, wawancara dan pengisian kuisioner dan studi pustaka. Tahapan yang dilakukan dalam analisis data adalah (1) analisa deskriptif untuk memperoleh gambaran umum perusahaan, (2) analisa matrik Evaluasi Faktor Eksternal dan Internal (IFE-EFE) untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan, (3) analisa Matrik Internal-Eksternal (IE) yang digunakan untuk mengetahui posisi perusahaan dalam industrinya, (4) analisa dengan Matrik TOWS, yang digunakan untuk mendapatkan alternatif strategi bagi perusahaan dan (5) analisa Matrik QSPM yang digunakan untuk memilih prioritas strategi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Hasil analisa lingkungan eksternal teridentifikasi peluang-peluang sebagai berikut: (1) Kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (SUS), (2) Debirokratisasi investasi, (3) Sumber daya alam (4) Peluang pasar (5) Pembukaan/peremajaan kelapa sawit. Sedangkan ancaman eksternal yang diidentifikasi adalah: (1) Penyerobotan/gugatan masyarakat terhadap lahan, (2) Pajak ekspor (3) Produk substitusi, (4) Retribusi dan pungutan daerah dan (5) Kesepakatan ITRCO. Hasil analisa lingkungan internal teridentifikasi kekuatan PT. Socfin Indonesia yaitu: (1) Kualitas SDM, (2) Pengiriman tepat waktu (on time delivery), (3) Produktivitas tanaman, (4) Biaya produksi minyak sawit dan kecambah, (5) Jaringan pemasaran minyak sawit/karet. Kelemahan yang teridentifikasi adalah: ...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
