Strategi Pemberdayaan Petani Berorientasi Agribisnis Di Wilayah Hak Pengusahaan Hutan Pt. Dasa Intiga Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah
View/ Open
Date
2002Author
Badian, Effendy
Sinaga, Bonar M
Fahmi, Idqan
Metadata
Show full item recordAbstract
Pembangunan ekonomi rakyat dengan cara semakin memberdayakannya merupakan hal yang sangat penting khususnya dalam menyongsong otonomi daerah, sebagaimana penjelasan dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Penyelenggaraan Otonomi Daerah dilaksanakan dengan prinsip-prinsip demokrasi, peranserta masyarakat, pemerataan dan keadilan serta memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah. Untuk itu pemerintah daerah selaku penyelengara pemerintahan di daerah harus dapat meningkatkan tugas pemerintahan dan pembinaan kemasyarakatan sebagai pelaksanaan fungsi pemberdayaan (empowerment). Kapuas merupakan salah satu dari enam daerah kabupaten dengan wilayah seluas 34 800 Km² atau sekitar 22.63% dari luas Propinsi Kalimantan Tengah. Jumlah penduduk tahun 2000 sebanyak 517 068 jiwa dengan kepadatan rata-rata 14.86 jiwa/Km² yang terdiri dari 24 Kecamatan dengan 310 desa. Terletak di antara 0° 8' 48" 3° 4' 0" Lintang Selatan dan 113° 2' 36" Bujur Timur dan terbagi dalam dua kawasan besar, yaitu kawasan Pasang Surut berada di bagian Selatan yang merupakan potensi Pertanian Tanaman Pangan dengan ketinggian antara 0-5 meter dpl, dan kawasan Non Pasang Surut berada di bagian Utara dan merupakan potensi lahan Perkebunan Rakyat dengan ketinggian berkisar antara 100-500 meter dpl. Jenis tanah yang paling luas adalah Podsolik Merah Kuning yaitu 1 008 900 ha (29.50%) termasuk daerah penelitian. Penelitian bertujuan untuk: (1) membandingkan alokasi waktu, penggunaan faktor produksi, pendapatan, pengeluaran dan pembentukan modal antar desa serta dalam dan luar HPH, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi dan pembentukan modal petani, dan (3) merumuskan strategi yang dapat diimplementasi dalam rangka pemberdayaan petani berorientasi agribisnis agar dapat berkembang, baik oleh pihak Dinas Pertanian maupun Pemda, sesuai dengan kondisi internal dan eksternal yang terdapat di lingkungan petani setempat. Penelitian dilakukan dengan metoda survei dan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan 60 KK petani responden di tiga desa (Desa Buhut Jaya, Desa Karukus dan Desa Barunang) dan diolah dengan analisis tabulasi dan uji statistik, sedangkan analisis SWOT dan QSPM menggunakan data dari responden Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Perikanan, Ketua Bapeda, Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi. Analisis tabulasi dan uji statistik bertujuan untuk melihat hubungan antara pendapatan, pengeluaran konsumsi dan pembentukan modal petani serta untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi dan pembentukan modal petani. Analisis SWOT dan QSPM bertujuan untuk melihat faktor lingkungan
Collections
- MT - Business [4063]
