Formulasi Strategi Pengembangan Bisnis Pt. Gunung Madu Plantatieoni Di Lampung
View/ Open
Date
2002Author
Suyanto, Dadang
Sanim, Bunasor
Suroso, Arif Imam
Metadata
Show full item recordAbstract
Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok strategis yang termasuk kedalam sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Sampai saat ini Indonesia belum mampu untuk mengadakan secara swasembada gula. Kebutuhan gula nasional mencapai 3 juta ton dan yang dapat diproduksi dalam negeri hanya sekitar 2 juta ton, kekurangannya selama ini dipenuhi dari hasil impor dari beberapa negara. Peningkatan produksi gula mengalami hambatan karena terbatasnya lahan areal tebu dan produktifitas serta rendemen gulanya. Alternatif pengembangan produksi gula diharapkan dari perkebunan tebu dan pabrik gula di luar Pulau Jawa termasuk dari Propinsi Lampung. Kondisi eksternal industri gula mengalami perubahan berarti atas faktor-faktor yang mempengaruhinya setelah adanya Letter of Intent (LOI) antara pemerintah dengan International Moneter Fund (IMF), dimana dalam sistim pergulaan yang berubah adalah sistim tataniaga gula khususnya perdagangan tidak lagi di kuasai oleh BULOG, kebebasan import gula bagi setiap importer umum, petani TRI tidak diwajibkan lagi untuk menanam tebu. SK Menteri Keuangan no.568/КМК.01/1999, mengatur tariff bea masuk gula dari 0% menjadi 25% dan SK lanjutan no. 324/КМК.01/2002 merubah bea masuk menjadi bea tetap perkilogram gula pasir Rp 700, dan gula mentah Rp 500 per kg. Selain itu kondisi umum politik dan hukum yang mengalami perubahan dengan adanya reformasi dan krisis ekonomi dan politik yang menyebabkan dampaknya terasa untuk semua bidang termasuk industri gula. Penjarahan, klaim lahan, ketidak pastian hukum dan biaya produksi yang menikngkat karena inflasi dan nilai tukar rupiah melemah. Kondisi eksternal yang berubah dampaknya mempengaruhi kinerja perusahaan termasuk para pelaku industri gula. PT Gunung Madu Plantations, salah satu pelaku indutri gula mengalami semua dampak tersebut. Pada saat ini perusahaan termasuk salah satu pabrik gula dil luar Jawa yang dianggap berhasil dalam industri gula dan untuk kelangsungan dan kesinambungan usaha maka menganggap perlu perusahaan untuk merumuskan strategi dan memilih alternatif strategi yang tepat dengan kondisi eksternal dan internal yang ada sehingga dapat memaksimumkan kekuatan dan peluang yang tersedia serta mengurangi pengaruh dari kelemahan dan ancaman yang ada. Berawal dari hal tersebut maka masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: (1). Faktor-faktor internal dan eksternal apa yang mempengaruhi PT Gunung Madu Plantations dalam mencapai visi dan misinya? (2). Bagaimana strategi pengembangan bisnis yang harus dilakukan? (3). Bagaimana rekomendasi alternatif strategi pengembangan bisnis ?. Tujuan penelitian ini adalah: (1). Menentukan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja PT gunung Madu Plantations. (2). Merumuskan strategi pengembangan bisnis PT Gunung Madu Plantations. (3). Memberikan rekomendasi alternatif pengembangan bisnis dalam menghadapi kondisi masa yang akan datang.
Collections
- MT - Business [4063]
