Pengembangan Sistem Tracking Kargo Udara Berbasis Web Pada Pt. Garuda Indonesia
View/ Open
Date
2002Author
Hestiadi, Anjar Purnawan
Seminar, Kudang Boro
Suroso, Arif Imam
Metadata
Show full item recordAbstract
Arus barang domestik dan internasional dalam era globalisasi & pasar bebas akan semakin meningkat karena wilayah perdagangan dan kebutuhan konsumen akan barang dan produk yang bermutu dan bersaing sudah tanpa batas. Bagi perusahaan jasa angkutan internasional, keadaan itu merupakan suatu peluang besar yang tak terbatas. Perkembangan yang cepat dalam dunia kargo udara ini akan melahirkan banyak perusahaan baru yang saling bersaing untuk memperebutkan pangsa pasar yang semakin meningkat. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terjun dalam bidang kargo udara, persaingan akan semakin ketat karena lahan yang ada terbatas jumlahnya. Yang akan terjadi kemudian, cepat atau lambat keadaan akan menuju suatu ke suatu kompetisi yang semakin ketat seperti halnya sektor usaha lain, dimana dalam suatu lingkup usaha yang telah mengalami saturasi dalam siklus hidup sektor tersebut akan mengarah pada persaingan harga, promosi besar-besaran dan diskon volume. Pada akhirnya persaingan akan terhenti setelah masing-masing mencapai marginal cost dan tingkat efisiensi yang berimbang. Sementara, perusahaan dengan marginal cost yang tinggi akan tersingkir dari dunia usaha ini. Menyusul berakhirnya persaingan harga diantara perusahaan yang bertahan akan terjadi persaingan dalam perbaikan pelayanan (service refinements) yang digunakan sebagai alat kompetisi untuk menempatkan perusahaan di atas perusahaan lainnya. Agar dapat memenangkan kompetisi perlu adanya sistem informasi yang akan memberi kemudahan kepada pelanggan untuk mengetahui keberadaan barang yang dikirimnya. Sistem ini disebut sistem tracking kargo. PT. Garuda Indonesia, sebagai perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia mempunyai unit yang mengurusi angkutan kargo udara. Sistem tracking kargo udara ini sebenarnya sudah diterapkan. Sistem ini bisa diakses melalui website. Hanya saja yang menjadi kendala adalah sistem tersebut hanya dapat untuk melakukan pelacakan kargo udara internasional saja. Sedangkan pelacakan kargo domestik belum dapat dilakukan. Kelemahan yang ke dua adalah sistem ini diakses bukan melalui website Garuda dengan URL www.garuda-indonesia.com tetapi melalui website milik SITA, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi penerbangan, sehingga secara branding tidak akan menguntung bagi Garuda. Sementara itu Garuda mempunyai website yang diharapkan dapat menjadi portal bagi Garuda Indonesia Group. Untuk itu diperlukan sistem pelacakan kargo domestik dan internasional yang terintegrasi dengan website Garuda sehingga segala informasi mengenai pelacakan kargo ini dapat terintegrasi dengan sistem reservasi dan informasi yang lain mengenai PT. Garuda Indonesia. ...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
