Strategi Pengembangan Bantuan Permodalan Bagi Petani Dalam Upaya Mengembangkan Agribisnis Di Kab.Landak
Abstract
Kabupaten Landak merupakan salah satu Kabupaten baru di Propinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten tersebut merupakan pemekaran dari Kabupaten Pontianak. Secara strategis letak geografis Kabupaten Landak mempunyai keunggulan, karena tidak jauh dari Kota Pontianak sebagai Kota Propinsi Kalimantan Barat (156 km) dan 160 km untuk menuju daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia Timur. Sebagai Kabupaten baru, Kabupaten Landak masih mempunyai banyak kekurangan terutama dalam hal fasilitas kerja maupun sumber daya manusianya, baik jumlah maupun kualitasnya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih besar berasal dari bagi hasil dibandingkan dengan pendapatan dari pajak dan restribusi dan lain- lain yang merupakan sumber pendapatan daerah. Kondisi ini membuat Kabupaten Landak harus kerja keras agar dapat meningkatkan kemampuannya. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Landak terlihat menurun terutama karena terkena krisis moneter, namun konstribusi sektor pertanian semakin meningkat. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Landak, sebagain besar konstribusinya berasal dari sektor pertanian, pada tahun 2000 sebesar 56,58 %. Sektor pertanian meliputi sub sektor, kehutanan, perkebunan, tanaman bahan pangan, perikanan dan peternakan. Tingginya konstribusi pertanian terhadap PDRB, karena besarnya sumbangan dari hasil hutan. Kemudian dengan semakin berkurangnya lahan hutan mengakibatkan konstribusi subsektor kehutanan dari tahun ketahun menurun. Sementara itu subsektor perkebunan, tanaman bahan pangan, peternakan dan perikanan semakin meningkat konstribusinya terhadap PDRB, dengan demikian konstribusi sektor pertanian tetap besar dan meningkat dari tahun ke tahun walaupun sangat kecil. Kemudian dengan meningkatnya pertambahan penduduk dan terbukanya jalan lintas batas Entikong yang merupakan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, menyebabkan meningkatnya permintaan hasil pertanian, terutama hasil pertanian segar. Mengingat besarnya peranan sektor pertanian tersebut, maka kebijaksanaan pemerintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi diarahkan untuk peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Upaya peningkatan hasil pertanian sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek dan salah satunya adalah aspek permodalan, Permasalah sekarang dalam aspek permodalan ini adalah tingginya tunggakan kredit permodalan yang dibantukan melalui kegiatan Kredit Usaha Tani (KUT), serta tidak tercapainya sasaran untuk meningkatkan produksi hasil pertanian melalui bantuan kredit tersebut. KUT yang dibantukan digunakan untuk usaha tani Padi, Palawija (Kedelai, Jagung, Kacang Tanah, Kacang hijau) dan Hortikultura (Salak dan Jeruk). Dana tersebut digunakan untuk pembelian sarana produksi (pupuk, obat-obatan dan benih) dan biaya garapan dengan jumlah...dst..
Collections
- MT - Business [4063]
