Pengembangan Prototife Pendindikan dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan Oto Bappenas
View/ Open
Date
2002Author
Idfi, Kurnia
Seminar, Kudang Boro
Suroso, Arif Imam
Metadata
Show full item recordAbstract
Dalam rangka mempersiapkan kualitas sumber daya manusia profesional yang tanggap serta mampu menghadapi tantangan di masa mendatang, maka perencanaan di bidang pendidikan dan pelatihan, khususnya bagi aparatur pemerintah merupakan kunci utama. Untuk mengejar ketinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang ber- kembang sangat cepatnya, serta keterbatasan dana dan daya dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan, mendorong pemerintah untuk memikirkan lebih jauh berbagai permasalahan yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, yang dapat dilakukan secara efektif dan efisien. OTO-Bappenas yang dibentuk tahun 1984, merupakan satu unit kerja di bawah lembaga pemerintah, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Salah satu fungsinya adalah mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan di dalam dan di luar negeri, khususnya bagi aparatur pemerintah di bidang perencanaan pembangunan diharapkan. dapat menyelenggarakan diklat secara efektif dan efisien. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatannya, sejak tahun 1985 OTO-Bappenas telah mebangun suatu sistem database yang dikenal dengan nama Participant Database Management System (PDMS). PDMS dirancang untuk memudahkan OTO-Bappenas dalam menyimpan, memeriksa, memperbaharui data peserta pendidikan dan pelatihan untuk mendukung kegiatan sehari-hari, pembuatan laporan dan proses pengambilan keputusan para pimpinan. Namun, sistem tersebut penggunaannya masih terbatas pada sistem pengoperasian yang berjalan secara stand alone, software yang digunakan masih under DOS dan belum dapat mengakomodasi kebutuhan-kebutan standar yang diperlukan. saat ini dan mendatang, sehingga dalam pengoperasiannya sering 'tambal-sulam.'. Sementara itu, operator harus menguasai paket software database.. Sementara itu, jumlah peserta diklat yang harus diproses, dikelola dan dipelihara datanya semakin meningkat dan menimbulkan berbagai kendala teknis pada sistem tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan prototipe perangkat lunak penunjang sistem informasi pendidikan dan pelatihan perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan OTO- Bappenas. Metode pengembangan sistem informasi diklat dilakukan dengan menggunakan metode gabungan antara System Development Life Cycle...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
