Strategi Pengembangan Agribisnis Benih Padi Di Jawa Barat : Studi Kasus Pada Balai Benih Tani Makmur Cihea
Abstract
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat telah menetapkan dua program utama pembangunan pertanian tanaman pangan Propinsi Jawa Barat, yaitu Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Agribisnis. Program Peningkatan Ketahanan Pangan dimaksudkan untuk mengoperasionalkan kebijakan peningkatan ketahanan pangan menyangkut ketersediaan, keterjangkauan (aksesibilitas) dan stabilitas pengadaannya. Tujuannya adalah meningkatkan ketersediaan bahan pangan pokok terutama beras dalam jumlah yang cukup, kualitas yang memadai dan tersedia sepanjang waktu melalui peningkatan produksi, produktivitas dan pengembangan produk olahan. Salah satu sasaran program peningkatan ketahanan pangan di Jawa Barat adalah meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan untuk memantapkan ketahanan pangan regional maupun kontribusinya pada tingkat nasional. Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia, termasuk penduduk Jawa Barat. Secara rasional bahan makanan pokok ini dapat digantikan atau dapat disubstitusi dengan bahan makanan pokok lainnya, namun padi memiliki nilai tersendiri bagi orang yang terbiasa makan nasi dan tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain. Berdasarkan kebiasaan tersebut di atas dan pertimbangan jumlah penduduk Indonesia yang semakin lama semakin meningkat dan kondisi riil Indonesia setelah era swasembada beras pada tahun 1984 malah menjadi negara tetap pengimpor beras, maka komoditi padi masih merupakan komoditi strategis untuk diusahakan. Ketersediaan pangan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan peningkatan produksi dalam berusahatani. Demikian juga dengan peningkatan produksi pangan terutama beras erat kaitannya dengan penggunaan benih yang bermutu di lapang produksi. Dengan menggunakan benih yang bermutu dan jelas asal usulnya diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas per satuan luas, adanya keseragaman tanaman dan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Di Jawa Barat prospek pengembangan agribisnis benih padi masih terbuka luas. Hal ini tercermin dari potensi luas lahan sawah di Jawa Barat sebesar 1.13 juta Ha, diantaranya sekitar 900,000 Ha lahan sawah beririgasi. Dengan luas tanam rata-rata per tahunnya sekitar 2 juta Ha (setahun 2 kali musim tanam) dan penggunaan benih padi sebesar 25 kg per Ha, maka kebutuhan benih padi bermutu di Jawa Barat rata-rata setiap tahunnya tidak kurang dari 50,000 Ton. Mengacu pada potensi kebutuhan benih padi tersebut dan peningkatan penggunaan benih padi dari tahun ke tahun serta kecenderungan peningkatan jumlah penduduk Jawa Barat yang semakin lama semakin meningkat, yaitu sebesar 42,818,000 orang, maka sudah selayaknya Balai Benih Tani Makmur Cihea (BBTMC) sebagai salah satu institusi perbenihan di Jawa Barat dapat menggunakan segenap sumberdaya yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang...dst.
Collections
- MT - Business [4063]
