Strategi Pengembangan Bisnis Kain Tenun dan Kerajinan Tangan Dari Serat Alam Di Perusahaan Ridaka, Pekalongan
View/ Open
Date
2001Author
Agustasia, Putri Ade
Gumbira-Said, E
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Di dalam GBHN tahun 1999 -2004 dijelaskan bahwa kebijakan pengembangan industri dltekankan pada tiga hal utama yaitu pengembangan industri yang berorientasi ekspor untuk penggerak utama dalam mempercepat pertumbuhan industri, pengembangan industri kecil untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta pengembangan industri · yang ditujukan untuk pengolahan hasil pertanian. Untuk mendukung program pemerintah tersebut setidaknya pengembangan industri untuk mampu bersaingan harus menciptakan suatu produk yang memillki keunggulan.
Saiah satu jenis usaha yang memiiiki keunggulan adalah dengan · mengembangkan produk yang memanfaatkan bahan-bahan alam. Pemanfaatan bahan alam yang sudah ter1aksana adalah pada industri tenun dan kerajinan tangan. Produk tenun dan anyaman dari bahan alam sangat diminati di mancanegara . Dari data statistik yang dikeluarkan oleh Deperindag tahun 2000 diketahui bahwa permintaannya sejak tahun 1994 hingga 1999 meningkat 7 hingga 25% ke negara Amerika, Jepang, Italia, Hongkong, Jerman, lnggris serta negara lainnya.
Menurut data Statistik Potensi Desa Propinsi Jawa Tengah tahun 2000 dapat diketahui bahwa Pekalongan memilki potensi sebagai kota yang cukup banyak memiiiki industri yang bergerak dalam pertenunan dan kerajinan tangan. Untuk industri yang sejenis ada 12 perusahaan. Saleh satu perusahaan yang menjadi obyek penelitian adalah RIDAKA. RIDAKA didirikan oleh Bapak H.Abdul Kadir Muhammad pada tahun 1940 dan mulai memanfaatkan bahan alam sebagai bahan bakunya yaitu nenas , eceng gondok, pisang serta lidah mertua sejak tahun 1985.
Sebagai perusahaan keluarga dan juga sebagai perusahaan kecil Ridaka menghadapi beberapa masalah yaitu (1) masalah dalam pemasaran produk, karena selama ini ekspor. dilakukan oleh pembeli lain (2) selain itu sebagai produk yang dihasilkan °secara manual Ridaka mengalami hambatan dalam pemenuhanc kuantitas., (3)masalah pengembagan produk maupun disain masih belum diterapkan secara optimal (4) demikian pula dalam pengelolaan organisai perusahaan yang menyangkutmasa depan perusahaan, sistem koordinasi serta komunikasi. Dalam melakukan penelitian ini fokus permasalahan lebih dltekankan pada perumusan strategi pengembangan kompetensi perusahaan. ..dst.
Collections
- MT - Business [4063]
