Analisis Kelayakan Finansial dan Struktur Modal Pembangunan Pabrik Fatty Acid
Abstract
Indonesia sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia ternyata masih jauh ketinggalan dari Malaysia terutama dalam segi teknologi pemasaran dan pengolahan produk turunan kelapa sawit. Komposisi konversi CPO ke berbagai produk hilir pada tahun 1998 adalah minyak goreng (76,7%), margarin (9,2%), sabun dan detergen (11,4%), serta olekimia sederhana lainnya (9%) (CBS dalam Gumbira-Said 2001).
Melihat keuntungan komparatif yang dimiliki dan juga peluang pasar yang cukup bagus baik domestik maupun mancanegara nienjadi pendorong perusahaan PT. Fajar Utama untuk mencoba berusaha di bidang yang merupakan industri antara hilir perkebunan yaitu membangun pabrik pembuatan fatty acid (bahan baku industri surfactant).
Keputusan untuk melakukan investasi yang menyangkut sejumlah besar dana dengan harapan mendapatkan keuntungan bertahun-tahun dalam jangka panjang, seringkali berdampak besar bagi kelangsungan usaha· suatu perusahaan. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan jadi tidaknya suatu investasi, salah satu syarat terpenting adalah mengkaji aspek finansial.
Permasalahan yang ada sebagai berikut : (1) Bagaimana kondisi perusahaan PT. Fajar Utama, kondisi industri dan Iainnya yang berhubungan dengan produksi fatty acid ? (2) Bagaimana tingkat kelayakan pengusahaan pembuatan fatty acid ditinjau dari aspek finansialnya ? (3) Bagaimana tingkat kepekaan kelayakan pengusahaan pembuatan fatty add akibat perubahan inflasi, tingkat pengembalian yang diiinginkan pemilik modal dan persentase penjualan? ( 4) Bagaimana kondisi posisi struktur modal jika proyek sebagian dibiayai dari pinjaman dan berapa besar pengaruhnya terhadap kelayakan proyek ? (5) Bagaimana sumbangan pembangunan pabrik fatty acid terhadap keuntungan perusahaan (kinerja keuangan peruasahaan)?
Tujuan penelitian adalah : (1) Mengkaji kondisi perusahaan saat ini (sumber daya keuangan yang dimilikinya), industri fatty acid dan faktor lainnya yang berhubungan dengan produksi fatty add, (2) Menganalisa kelayakan pengusahaan pembuatan fatty acid ditinjau dari aspek finansialnya, (3) Mengkaji dan menguji dengan analisis kepekaan pengusahaan pembuatan pabrik fatty acid akibat perubahan inflasi, tingkat pengembalian yang diinginkan pemilik modal dan persentase penjualan, ( 4) Mengkaji struktur modal jika proyek sebagian dibiayai dari pinjaman dan berapa besar pengaruhnya terhadap kelayakan proyek (5) Mengkaji sejauh mana sumbangan pembangunan pabrik fatty acid memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Metode penelitian yang dilakukan adalah studi kasus di PT. Fajar Utama yang berlokasi di Jakarta dan dilakukan pada bulan Mei 2001. Data primer diperoleh dari pengamatan, pencatatan, wawancara langsung dengan manajemen tingkat atas (terutama bagian perencanaan proyek) dan staf Iainnya pada PT. Fajar Utama yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Data sekunder
Collections
- MT - Business [4063]
