Kajian Perencanaan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tuna Loin Jenis Yellowfin : Studi Kasus Pada Pt. Bonecom Jakarta
View/ Open
Date
2001Author
Windria, Nur Hira
Maarif, M Syamsul
Wahyudi
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan tuna merupakan komoditi yang mempunyai prospek cerah di dalam perdagangan internasional. Permintaan terhadap komoditi ini setiap tahunnya mengalami peningkatan, baik permintaan dalam bentuk segar maupun olahan beku. Menurut data statistik yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik tahun 1996, total impor tuna cakalang sedunia untuk periode 1991 1995, - menunjukkan peningkatan sebanyak US $ 1.570.000 (tahun 1991 US$ 5.306.000 dan tahun 1995 US$ 6.876.000) atau meningkat sebesar 6,16 persen. Potensi perikanan laut Indonesia menurut Direktorat Jenderal Perikanan, seluruhnya diperkirakan mencapai 6,7 juta ton per tahun, dimana 65,4 persen diantaranya atau 4,4 juta ton per tahun merupakan potensi dari perairan Indonesia dan sisanya sebesar 2,3 juta ton per tahun (34,6 persen) dari wilayah Zona Ekonomi Exlusive (ZEE). Potensi sumber daya ikan laut diperkirakan mencapai 1.033.800 ton per tahun, namun yang dimanfaatkan baru sekitar 78 persen saja atau sebesar 806.350 ton per tahun. PT. Bonecom merupakan salah satu perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang pembekuan dan pengekspor ikan laut. Salah satu produk unggulannya adalah ikan tuna jenis Yellowfin (Thunnus albacares) atau bahasa Indonesianya Madidihan dalam bentuk loin (olahan beku). Tingkat penjualan ikan tuna dengan jenis ini rata-rata di atas 60 persen dari total penjualan. Ikan ini sebagian besar diekspor ke negara Jepang, Amerika dan Eropa. Ikan merupakan bahan baku penting / vital bagi PT. Bonecom, karena dapat mempengaruhi kelancaran kegiatan produksi. Sifat ikan yang musiman dan harga yang berfluktuatif merupakan faktor kendala yang harus dihadapi oleh perusahaan, selain itu adanya ketergantungan kepada supplier dalam hal pengadaan bahan baku (ikan tuna). Hal ini menyebabkan berapa pun jumlah ikan tuna yang ditawarkan oleh supplier akan selalu di beli oleh perusahaan dan kegiatan pembelian pun dilakukan setiap hari. Berdasarkan pada kondisi tersebut, maka PT. Bonecom membuat suatu kebijakan dengan asumsi membeli ikan tuna dalam jumlah yang banyak pada waktu tingkat harga beli rendah dan menjualnya kembali pada tingkat harga yang tinggi. dst......
Collections
- MT - Business [4063]
