Pengelolaan Sampah Wisata dengan Mekanisme Deposit Refund padaKawasan Objek Wisata Pantai Manggar Sagarasari di Kota Balikpapan
Abstract
Pengelolaan Sampah dengan Mekanisme Deposit Refund pada Kawasan Objek Wisata Pantai Manggar Segarasari di Kota Balikpapan. Dibimbing oleh METI EKAYANI dan KASTANA SAPANLI.
Pengelolaan Kawasan wisata Pantai Manggar (KWPM) tidak terlepas dari kendala terkait permasalahan timbulan sampah. Kurangnya rasa tanggung jawab dan kepedulian wisatawan terhadap sampah menjadikan permasalahan ini cukup serius, yang lambat laun akan berdampak pada keberlangsungan hidup beragam biota dan ekosistem. Permasalahan timbulan sampah juga mengakibatkan hilangnya nilai estetika dan keindahan pantai yang nantinya akan berdampak pada penurunan minat wisatawan untuk datang berkunjung. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan wisata dengan membangun partisipasi wisatawan terkait persoaalan sampah wisata dengan menerapkan konsep polutter pays principle (PPP) bagi wisatawan untuk lebih bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya. Pengelolaan Sampah berbasis wisatawan dapat dilakukan dengan mekanisme deposit refund. Hal ini penting untuk memotivasi dan mengedukasi wisatawan agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah yang ditimbulkannya, sesuai Sustainable Development Goal (SDG) no 12 produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Untuk itu, perlu diteliti potensi implementasi deposit refund system (DRS) sebagai salah satu bentuk pengelolaan wisata berkelanjutan yang dapat mengantisipasi timbulan sampah wisatawan, sehingga fungsi ekosistem pantai tetap terjaga sekaligus tetap dapat memberikan manfaat dari kegiatan pariwisata pantai.
Dalam penelitian ini data dikumpulkan dari kawasan objek wisata Pantai Manggar Balikpapan. Penelitian ini bertujuan: (1) mengindentifikasi timbulan dan komposisi jenis sampah; (2) menganalisis persepsi wisatawan terkait pengelolaan sampah berbasis wisatawan (3) menghitung nilai willingness to pay (WTP) wisatawan terhadap besaran deposit refund dalam pengelolaan sampah wisata; (4) menentukan strategi pendukung dalam implementasi mekanisme DRS. Metode analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kuantitatif yang mengacu pada pedoman SNI 19–3964–1994, analisis deskriptif kualitatif terhadap persepsi dan partisipasi wisatawan, perhitungan WTP dengan metode Contingent Valuation Method (CVM), Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam menentukan strategi pendukung implementasi DRS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik merupakan sampah terbesar yang dihasilkan oleh wisatawan di KWPM sebesar 0,05 kg/wisatawan/hari. Persepsi wisatawan terkait pengelolaan sampah berbasis wisatawan menunjukkan hal yang positif dimana 93% wisatawan setuju dan bersedia melakukan kelola sampah dengan implementasi DRS. Penerimaan uang jaminan berdasarkan nilai WTP wisatawan dapat mengcover biaya operasional pengelolaan sampah , sehingga pengelolaan sampah berbasis wisatawan dengan DRS dapat berpotensi untuk diimplementasikan di KWPM. Analisis AHP dalam menentukan strategi pendukung implementasi DRS menunjukkan bobot prioritas tertinggi yaitu dari faktor kelembagaan (0,320) dengan prioritas alternatif berupa kampanye dan edukasi lingkungan.
Kata kunci: deposit refund, presepsi, partisipasi, wisatawan, timbulan sampah, willingness to pay
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
