Potensi Implementasi Deposit Refund System Untuk Mendukung Wisata Pantai Berkelanjutan di Pulau Kecil (studi Kasus Pulau Tidung Kecil)  
Abstract
Gugusan Pulau Tidung terletak di Kepulauan Seribu yang secara administratif terletak di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Pulau Tidung Kecil merupakan pulau tidak berpenghungi dan dijadikan sebagai pusat informasi, konservasi, rehabilitasi serta edukasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1042 Tahun 2018. Pemanfaatan jasa ekosistem kultural di Gugus Pulau Tidung mendapatkan manfaat langsung sebagai potensi peningkatan ekonomi daerah dengan wisata yang ditawarkan adalah agrowisata. Peningkatan jumlah kunjungan wisata dapat meningkatkan perekonomian daerah, namun juga dapat mempengaruhi kondisi lingkungan seperti jumlah sampah. Salah satu sumber sampah yang ada di Gugus Pulau Tidung adalah sampah yang dibawa oleh wisatawan. Sampah yang dihasilkan wisatawan akan menganggu keseimbangan ekosistem pesisir dan laut serta nilai estetika pantai.
Pengelolaan sampah wisatawan di Pulau Tidung Kecil masih terikat dengan pengelolaan sampah yang ada di Pulau Tidung Besar. Sampah anorganik yang dihasilkan wisatawan diangkut menggunakan kapal ke Pulau Tidung Besar. Melihat pengelolaan sampah yang dilakukan di Pulau Tidung Kecil sekarang dan dampaknya terhadap berbagai aspek mengingat daya dukung pulau kecil yang terbatas maka harus dilakukan pengelolaan sampah berbasis wisatawan. Dikarenakan salah satu sumber sampah adalah yang dihasilkan oleh wisatawan, maka wisatawan harus ikutserta bertanggung jawab dalam mengelola sampahnya sehingga perlu diterapkan konsep Polluter Pays Principle (PPP) bagi wisatawan untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.
Salah satu kegiatan pengelolaan sampah berbasis wisatawan yang dapat dilakukan yaitu dengan instrumen Deposit Refund System (DRS). Berdasarkan permasalahan tersebut, potensi implementasi DRS bertujuan untuk memotivasi wisatawan di Pulau Tidung Kecil agar bertanggung jawab dalam mengelola sampahnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghitung jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan wisatawan di Pulau Tidung Kecil, menghitung Willingness To Pay (WTP) wisatawan dalam mengelola sampah yang dihasilkan melalui DRS dan merancang implementasi pelaksanaan DRS di Pulau Tidung Kecil. Untuk mengukur jumlah timbulan sampah dan jenis sampah dipakai rumus perhitungan yang diadopsi dari (Yulia 2021), sedangkan untuk menilai besarnya rataan WTP digunakan dengan cara open ended.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sampah yang dihasilkan wisatawan adalah 9,943 kg per tahun. Jenis sampah yang paling banyak ditemui adalah plastik. Rata-rata WTP setiap kunjungan adalah Rp. 9.356. Rataan WTP ini digunakan sebagai besarnya tarifuang jaminan. Dari hasil penelitian DRS berpotensi diimplementasikan di Pulau Tidung Kecil.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
