Karakterisasi Galur Dihaploid Terung (Solanum melongena L.) Hasil Kultur Antera
Date
2024Author
Shinta Abdullah, Rifa Kamalia
Purwoko, Bambang Sapta
Maharijaya, Awang
Metadata
Show full item recordAbstract
Pendekatan teknologi dihaploid (doubled haploid/DH) melalui kultur antera
berhasil mempersingkat perolehan galur homozigot terhadap komoditas terung
(Solanum melongena L.). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi galur-galur
dihaploid terung hasil kultur antera yang berpotensi dikembangkan sebagai tetua
persilangan hibrida. Penelitian ini mengkarakterisasi 11 galur dihaploid terung dan
3 varietas cek. Pengamatan kuantitatif dan kualitatif dilakukan menggunakan
Panduan Pengujian Individu oleh PPVT 2007. Pengolahan data kuantitatif
menggunakan analisis ragam dan jika signifikan dilanjutkan dengan uji Tukey BNJ
a 5%. Data kualitatif dijelaskan secara deskriptif. Analisis gerombol
mengelompokkan genotipe-genotipe berdasarkan kemiripan karakter melalui
dendrogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe uji terung menunjukkan
keragaman pada seluruh karakter kuantitatif selain umur akhir panen, serta
keragaman karakter kualitatif yaitu tipe tumbuh, lekukan tepi helai daun, warna
mahkota bunga, bentuk umum, warna kulit buah saat masak panen, kelengkungan,
tambalan, rasio panjang banding diameter, dan bentuk ujung buah. Genotipe terung
dikelompokkan menjadi empat gerombol. Pro-AM1, Pro-AM38, dan Hit-AM30
merupakan galur yang potensial sebagai tetua persilangan dengan karakter hasil
yang baik. The doubled haploid (DH) technology approach through anther culture
succeeded in shortening the production of homozygous lines of eggplant (Solanum
melongena L.). This research aimed to identify doubled haploid lines of eggplant
obtained from anther culture that have the potential to be developed as parents for
hybrids. This study characterized 11 doubled haploid lines of eggplant and 3 check
varieties. Quantitative and qualitative observations were carried out using Individual
Test Guidelines by PPVT 2007. Quantitative data were analyzed using analysis of
variance and if significant it was continued with Tukey’s HSD a 5%. Qualitative
data were explained descriptively. Cluster analysis grouped the tested genotypes
based on character similarities through a dendrogram. The result of the research
showed that doubled haploid eggplant lines varied in all quantitative characters
except the end of harvest age, as well as qualitative characteristics namely growth
type, curve of leaf edge, color of flower corolla, general shape, color of fruit skin
when ripe for harvest, curvature, patch, length to diameter ratio, and fruit tip shape.
Eggplant genotypes are divided into four clusters. Pro-AM1, Pro-AM38, dan Hit-
AM30 are potential lines as parents for hybrids with good yield characters.
