Dampak Kebijakan Pangan terhadap Volatilitas Harga Beras di Tingkat Retail
Abstract
Peringatan krisis pangan di Indonesia sudah dipropagandakan sejak awal 2023 yang diakibatkan oleh beberapa dampak seperti perubahan iklim ekstrem, pasca pandemi Covid-19, situasi geopolitik, dan kurangnya pasokan bahan pangan. Dalam hal ini, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan pangan, terutama pada bahan pokok utama yang dikonsumsi oleh masyarakat yaitu beras. Harga beras yang tidak stabil dapat mengancam ketahanan pangan di Indonesia. Pemerintah mengupayakan berbagai kebijakan stabilitas harga beras dalam bentuk kebijakan pangan berupa SPHP dan bantuan pangan. Penelitian ini akan memfokuskan pada analisis dampak kebijakan pangan terhadap volatilitas harga beras di tingkat retail dan pola perkembangan volatilitas harga beras di Indonesia. Menggunakan data sekunder berupa data panel bulanan dari tahun 2022-2023. Data harga beras diperoleh pada tingkat retail, pedagang besar, dan produsen kualitas bawah, medium, hingga super yang mencakup beberapa provinsi di Indonesia. Metode analisis yang pada penelitian ini adalah koefisien variasi dan analisis regresi data panel. Hasil menunjukan kebijakan SPHP dan Bantuan Pangan tidak berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga beras di tingkat retail. The warning of a food crisis in Indonesia has been propagated since early 2023 due to several impacts such as extreme climate change, post-Covid-19 pandemic, geopolitical situation, and lack of food supply. In this case, the government needs to pay special attention to food availability, especially to the main staple consumed by the community, namely rice. Unstable rice prices can threaten food security in Indonesia. The government is pursuing various rice price stability policies in the form of food policies in the form of SPHP and food aid. This study will focus on analyzing the impact of food policies on rice price volatility at the retail level and the development pattern of rice price volatility in Indonesia. Using secondary data in the form of monthly panel data from 2022-2023. Rice price data is obtained at the retail level, wholesalers, and producers of low, medium, and super quality covering several provinces in Indonesia. The method of analysis in this study is the coefficient of variation and panel data regression analysis. The results show that the SPHP and Food Aid policies have no significant effect on rice price volatility at the retail level.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
