Pengaruh Proses Pemanasan Terhadap Profil Senyawa Volatil dan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Pliek-u Khas Aceh
Date
2024Author
Nailufhar, Lili
Kusumaningrum, Harsi Dewantari
Yuliana, Nancy Dewi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pliek-u merupakan produk kelapa parut fermentasi asal Aceh yang dibuat dengan
tiga tahap utama yaitu pemarutan daging kelapa, pengeluaran minyak dari daging
kelapa, dan pengeringan parutan kelapa. Metode pembuatan Pliek-u di Aceh masih
belum memiliki standar, oleh karena itu pembuatannya cenderung berbeda di
beberapa daerah. Dua daerah pembuat Pliek-u yang paling populer di Aceh adalah
Matang dan Lhokseumawe. Selain itu, Pliek-u juga terdiri dari dua jenis yaitu Plieku basah yang dijemur selama 5-6 hari dan Pliek-u kering yang dijemur selama 9-10
hari. Beberapa penelitian terdahulu telah melaporkan bahwa Pliek-u dapat
menghambat beberapa jenis mikroorganisme namun penelusuran berkaitan dengan
hal ini masih tergolong minim. Pliek-u yang juga dikenal memiliki aroma yang kuat
dan khas mendorong penulis untuk menganalisa profil senyawa volatil yang
terkandung di dalamnya. Pliek-u di Aceh umumnya digunakan untuk membuat kari
dengan proses pemanasan dan dapat juga digunakan untuk saus rujak dengan hanya
dicampur air tanpa pemanasan. Dilatarbelakangi oleh keterangan yang disebutkan
sebelumnya, dalam penelitian ini penulis bermaksud untuk mengidentifikasi profil
senyawa volatil yang terkandung pada ekstrak Pliek-u, identifikasi senyawa volatil
penanda pada ekstrak Pliek-u yang tanpa dan diberi perlakuan pemanasan dengan
pendekatan multivariat, serta mengevaluasi aktivitas antimikroba serta kaitannya
dengan pH produk. Ekstraksi sampel dalam penelitian ini menggunakan pelarut air
sehingga ekstrak yang dianalisis adalah ekstrak larut air. Senyawa volatil diekstrak
dan dianalisis menggunakan instrument SPME GC-MS. Penentuan aktivitas
antimikroba dilakukan dengan metode difusi agar sumur yang menggunakan
bakteri uji Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemanasan pada suhu 80±7 ºC selama 2 sampai 4 jam
berpengaruh pada perubahan profil senyawa volatil ekstrak Pliek-u yang mana akan
berdampak pada nilai pH ekstrak yang mengalami penurunan sehingga ekstrak
yang dipanaskan menunjukkan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi terhadap
kedua bakteri uji. Aktivitas antimikroba ekstrak Pliek-u konsentrasi 1000 mg/mL
dari jenis basah dan kering yang dipanaskan tergolong dalam kategori antimikroba
yang “sangat kuat” terhadap E. coli dan S. Aureus dengan zona hambat dalam
rentang 20-28 mm. Selain itu, sebanyak 9 golongan senyawa volatil utama yang
teridentifikasi pada ekstrak Pliek-u yaitu alkohol, aldehida, hidrokarbon alifatik,
senyawa nitrogen, asam karboksilat, ester, eter, halo-alkana dan keton. Berdasarkan
analisis multivariat, sebanyak tujuh dari lima belas senyawa volatil penanda pada
sampel yang tidak dipanaskan terbukti memiliki aktivitas antimikroba. Sebanyak
sembilan dari tujuh belas senyawa volatil penanda pada ekstrak yang dipanaskan
juga dilaporkan sebagai antimikroba. Pliek-u is a fermented-shredded coconut from Aceh which made in three main
stages, that grating, oil-removing and drying. The procedure for making Pliek-u in
Aceh does not standardized yet, it tends different in several areas. The most popular
area for producing Pliek-u in Aceh are Matang and Lhokseumawe. Pliek-u also
consists of two types, that were moist Pliek-u which dried for 5-6 days and dry
Pliek-u which dried for 9-10 days. Several previous studies have been reported that
Pliek-u can inhibit several types of microorganisms, althought the correlated
research was still relatively mininum. Pliek-u also known to have a strong and
distinctive aroma, it’s encouraged the author to analyze the profile of the volatile
compounds of Pliek-u. Some society in Aceh is generally used Pliek-u to make curry
with heating process and also used for making the salad dressing by simply mixing
Pliek-u with water through unheating. Based on the previously background, the
author aimed to identify the profile of volatile compounds contained in the Pliek-u
extract, identifying the marker of volatile compounds in the unheated and heated
Pliek-u using a multivariate approach, and evaluating the antimicrobial activity
correlated with the pH valued. The solvent used in this study is water so that the
analyzed extract was a water-soluble-extract. The volatile compounds were
extracted and analyzed using the coupled of SPME GC-MS instrument. The
determination of antimicrobial activity was carried out using the agar well diffusion
against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The study shows that the
heating at 80 ± 7 ºC for 2 to 4 hours had an effect on changes in the profile of
volatile compounds in Pliek-u extract which also have an impact on the pH value
of the extract correlated to the decreasing of antimicrobial activity against both
tested bacteria. The antimicrobial activity of Pliek-u extract at a concentration of
1000 mg/mL from the heated moist and dry Pliek-u is categorized as a "very strong"
antimicrobial against E. coli and S. Aureus with an inhibition zone in the range of
20-28 mm. Apart from that, 9 main groups of volatile compounds were identified in
the Pliek-u extract, namely alcohols, aldehydes, aliphatic hydrocarbons, nitrogen
compounds, carboxylic acids, esters, ethers, halo-alkanes and ketones. Based on
multivariate analysis, as many as seven of the fifteen marker volatile compounds in
unheated samples were shown to have antimicrobial activity. A total of nine of the
seventeen marker volatile compounds in the heated extract were also reported to
be antimicrobial agents.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
