Keanekaragaman Potensi Sumber Pakan dari Polen pada Madu Lebah Tanpa Sengat di Lima Daerah di Indonesia
Date
2024Author
Arfiani, Fatkhiya Sabiila Putri
Mubin, Nadzirum
Riendriasari, Septiantina Dyah
Metadata
Show full item recordAbstract
Lebah tanpa sengat merupakan salah satu serangga penting bagi kehidupan. Budidaya lebah tanpa sengat di Indonesia banyak dilakukan karena menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi. Seiring berkembangnya waktu, penelitian dalam mengenai konservasi lebah tanpa sengat banyak dilakukan salah satunya melalui melisopalinologi atau studi terkait polen yang terkandung di dalam madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan penghasil polen yang dikumpulkan oleh lebah tanpa sengat Tetragonula biroi, Tetragonula laeviceps, Heterotrigona itama , dan Austroplebeia cincta di lima daerah di Indonesia (Luwu Utara, Bandung, Bogor, Pematang Siantar, Merauke). Metode asetolisis digunakan dalam preparasi sampel polen yang berasal dari madu. Identifikasi dan perhitungan dilakukan dengan jumlah minimal 100 polen di bawah mikroskop Olympus CX-43 dengan perbesaran 40x. Polen yang teridentifikasi kemudian dipersentasekan untuk mengetahui jenis polen yang dominan. Polen yang dominan dikumpulkan lebah pada setiap lokasi adalah Mangifera sp., Arenga sp., Allium sp., dan Melaleuca sp. yang masing-masing secara berurutan berasal dari Luwu Utara, Bandung, Pematang Siantar, Bogor, dan Merauke. Berdasarkan citra landsat dan identifikasi polen menunjukkan bahwa lebah tak bersengat mempunyai perilaku mencari makan pada kisaran 500 hingga 1000 meter persegi. Hasil penelitian identifikasi polen lebah tanpa sengat di lima wilayah di Indonesia ini dapat dijadikan sebagai informasi potensi sumber pakan bagi lebah tanpa sengat. Polen dari madu lebah tanpa sengat yang telah diidentifikasi pada penelitiaan ini menunjukkan kesesuaian dengan tipe lokasi yang ada di sekitar sarang lebah tanpa sengat.
Kata kunci: Melisopalinologi, pakan lebah, identifikasi polen
Collections
- UT - Plant Protection [2517]
