Nilai Ekonomi Ekosistem Terumbu Karang dan Strategi Pengelolaannya Secara Berkelanjutan di Pulau Pari Kepulauan Seribu
Abstract
Ekosistem terumbu karang Pulau Pari Kepulauan Seribu memiliki peran penting dalam sektor perikanan, pariwisata, dan transportasi laut. Kondisi tersebut memberikan efek ganda yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan pendapatan asli daerah. Keberadaannya tidak terlepas dari ancaman degradasi lingkungan, baik itu kerusakan akibat aktivitas manusia maupun dampak perubahan iklim yang bersifat destruktif. Adanya ancaman menuntut upaya pengelolaan ekosistem terumbu karang secara berkelanjutan agar barang dan jasa yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus saat ini hingga dimasa mendatang. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk 1) menduga nilai willingness to pay (WTP) ekosistem terumbu karang di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP ekosistem terumbu karang di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, dan 3) merumuskan strategi pengelolaan ekosistem terumbu karang secara berkelanjutan di Pulau Pari, Kepulauaj Seribu. Contigent Valuation Method (CVM) digunakan untuk menganalisis nilai willingness to pay (WTP) ekosistem terumbu karang di Pulau Pari Kepulauan Seribu, terkait manfaat keberadaan yang tidak dapat diidentifikasi dengan nilai pasar atau tidak memiliki harga pasar (non market value). Tahapannya terdiri dari membangun pasar hipotetik, menduga nilai rataan WTP, menhitung nilai total WTP, dan menduga kurva WTP. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP menggunakan regresi linear berganda. Variabel Y yaitu nilai WTP, sedangkan variabel X adalah karakteristik dan persepsi masyarakat terkait manfaat ekosistem terumbu karang. Strategi pengelolaan secara berkelanjutan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kesediaan membayar (WTP) dalam upaya mempertahankan fungsi keberadaan ekosistem terumbu karang sebesar Rp. 9.500,- per individu per bulan, sehingga diperoleh nilai total WTP sebesar Rp.384.750.000,- per hektar per tahun. Nilai tersebut dapat menjadi nilai manfaat keberadaan yang merupakan bagian dari nilai ekonomi ekosistem terumbu karang di Pulau Pari Kepulauan Seribu. Faktor yang paling mempengaruhi nilai kesediaan membayar masyarakat adalah variabel pendapatan yang memiliki pengaruh dan koefisien positif terhadap nilai WTP, yang berarti semakin besar pendapatan masyarakat maka semakin besar nilai kesediaan untuk mempertahankan fungsi keberadaan ekosistem terumbu karang. Strategi pengelolaan berkelanjutan ekosistem terumbu karang menunjukkan alternatif terbaik yaitu pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, program pelatihan dan pendampingan masyarakat diperlukan dalam upaya mempertahankan fungsi keberadaan ekosistem terumbu karang Pulau Pari Kepualauan Seribu secara berkelanjutan.
Collections
- MT - Economic and Management [3229]
