Pengaruh Transformasi Struktural terhadap Kesempatan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja di Indonesia
Date
2024Author
Yusman, Wetry Putri
Rindayati, Wiwiek
Novianti, Tanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Pembangunan ekonomi akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan diikuti dengan transformasi struktural. Pembangunan ekonomi yang berjalan dengan baik dan konsisten akan memberikan dampak positif terhadap negara yang bersangkutan. Dampak positif tersebut antara lain terbukanya lapangan kerja yang lebih luas, peningkatan pendapatan, penyediaan fasilitas umum yang memadai, dan transformasi struktural pada struktur ekonomi dan ketenagakerjaan. Transformasi struktural di negara-negara berkembang termasuk Indonesia ditandai dengan peralihan ekonomi dari sektor pertanian tradisional menuju ekonomi industri modern, yang terlihat jelas dalam perubahan struktur ekonomi yang sebelumnya didominasi oleh sektor primer (pertanian), saat ini lebih didorong oleh sektor sekunder (industri) dan sektor tersier (jasa). Hal ini dapat dilihat dari data Produk Domestik Bruto (PDB) periode tahun 2017 hingga 2022, dimana sebagian besar provinsi-provinsi di Indonesia sudah mengalami perubahan kontribusi dan beberapa provinsi mengalami transisi sektor dominan, meskipun masih terdapat provinsi yang belum menunjukkan terjadinya transformasi struktural baik pada struktur ekonomi ataupun struktur tenaga kerjanya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan penelitian ini adalah 1) mendekripsikan perkembangan transformasi struktural di Indonesia, 2) menganalisis pengaruh transformasi struktural terhadap kesempatan kerja dan produktivitas tenaga kerja di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari BPS Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis data panel selama periode tahun 2017 hingga 2022 di 34 Provinsi di Indonesia. Struktur ekonomi dikelompokkan menjadi tiga sektor utama, yaitu 1) sektor primer, terdiri dari pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan penggalian; 2) sektor sekunder, terdiri dari pengolahan, pengadaan listrik, gas, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, daur ulang, dan kontruksi; 3) sektor tersier, terdiri dari perdagangan besar, eceran, reparasi mobil, motor, transportasi, pergudangan, penyediaan akomodasi, makan minum, informasi, komunikasi, jasa keuangan, asuransi, real estat, jasa perusahaan, administrasi pemerintahan, pertahanan, jaminan sosial wajib, jasa pendidikan, jasa kesehatan, kegiatan lainnya, dan jasa lainnya.
Selama kurun waktu enam tahun (2017-2022), transformasi struktural pada struktur ekonomi telah terjadi yang ditandai dengan pergeseran kontribusi pada masing-masing sektor dengan kecenderungan sektor tersier semakin meningkat dan sektor primer semakin menurun. Namun dalam struktur tenaga kerja masih terjadi ketidakmerataan distribusi tenaga antar sektor. Transformasi struktural yang berlangsung di Indonesia belum mencapai kondisi ideal, yakni transformasi struktural mengikuti urutan dari sektor primer ke sektor sekunder, dan terakhir ke sektor tersier. Hasil analisis data panel dengan model terpilih fixed effect model (FEM) menunjukkan bahwa adanya perbedaan pengaruh transformasi struktural terhadap kesempatan kerja dan produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Transformasi struktural di Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan. Sedangkan, transformasi berpengaruh negatif terhadap produktivitas tenaga kerja. Hal ini dikarenakan terdapat kesenjangan antara keterampilan dan pendidikan yang dimiliki tenaga kerja dengan kebutuhan sektor-sektor ekonomi modern yang merupakan fokus utama transformasi struktural.
Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah 1) intervensi dari pemerintah pusat maupun daerah sangat diperlukan sebagai pembuat kebijakan untuk mencapai transformasi struktural yang ideal dan berkelanjutan; 2) transformasi struktural belum mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sehingga perlunya peningkatan efisiensi dan inovasi melalui peningkatan investasi, dan pengembangan teknologi, serta menciptakan insentif non-upah untuk meningkatkan motivasi tenaga kerja; 3) pendidikan berpengaruh negatif mengindikasikan bahwa terdapat ketidaksesuain antara tenaga kerja yang terserap dengan kebutuhan industri dan jasa yang mengakibatkan produktivitas tenaga kerja menurun. Sehingga perlunya program pelatihan vokasional serta penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dengan melibatkan sektor swasta didalamnya; dan 4) penelitian yang akan datang sebaiknya menganalisis model produktivitas tenaga kerja secara terpisah atau per masing-masing sektor, sehingga didapatkan analisis yang lebih luas dan komprehensif mengenai pengaruh transformasi struktural terhadap produktivitas tenaga kerja.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
