Strategi Peningkatan Kinerja Karyawan dalam Penerapan Sistem Kerja Hybrid (Studi Kasus PT XYZ)
Abstract
Salah satu dampak pandemi Covid-19 terhadap industri di Indonesia adalah penerapan pembatasan mobilitas yang ketat, termasuk industri Information Technology (IT). Meningkatnya kebutuhan akan layanan online dan teknologi informasi mendorong pengembangan dan inovasi untuk menciptakan ide-ide baru dalam penerapan teknologi informasi di berbagai bidang, seperti e-commerce, online learning, work from home (WFH), dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dan merumuskan strategi untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam penerapan sistem kerja hybrid di perusahaan jasa switching. Terdapat 83 sampel dengan menggunakan teknik pengumpulan data probability sampling dengan simple random sampling. Pengolahan data menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan metode Structural Equation Model (SEM).
Diyakini bahwa kondisi kerja saat ini yang melibatkan penerapan sistem kerja hybrid, kurang efisien. Hal ini disebabkan oleh pekerja yang menangani tugas dengan kurang responsif sehingga menurunkan SLA (Service Level Agreement) yang diberikan kepada klien. SLA dalam dunia bisnis adalah cara terbaik agar pihak-pihak yang terlibat menuntaskan kewajiban masing-masing, dapat berupa kontrak yang menetapkan sekumpulan kewajiban yang akan diberikan kepada pihak lain, seperti vendor dan customer. Perjanjian ini umumnya dibentuk atas dasar kesepakatan bahwa pihak yang terlibat perlu mengikuti beberapa aturan agar hubungan bisnis bisa berjalan lancar. Sistem kerja yang efisien dan kesederhanaan koordinasi dalam skenario kerja hybrid yang memfasilitasi pemenuhan SLA kepada klien internal dan eksternal adalah prasyaratan yang diharapkan untuk penerapan kerja hybrid. Melakukan penilaian untuk menyusun taktik dan meningkatkan efektivitas sistem kerja hybrid adalah jawaban untuk mengatasi masalah saat ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja, Infrastruktur Teknologi, Efisiensi Kerja, Motivasi Intrinsik berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Kinerja Karyawan dan Otonomi Kerja berpengaruh signifikan melalui variabel Motivasi Intrinsik (tidak langsung) terhadap Kinerja Karyawan. Sedangkan Otonomi Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Beberapa rekomendasi diperlukan upaya penyelesaian masalah yang menghambat pencapaian kinerja, terutama pada kasus karyawan yang mengalami penurunan kinerja ketika sistem kerja hybrid diterapkan dan dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan dapat melakukan langkah-langkah strategis dalam beberapa aspek krusial, seperti lingkungan kerja, infrastruktur teknologi, efisiensi kerja, dan motivasi intrinsik.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
