Pengaruh Aplikasi Kompos Diperkaya FABA terhadap Sifat-Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Nanas pada 6 Bulan Setelah Tanam
Abstract
PT. Great Giant Pineapple (GGP) merupakan perkebunan nanas terbesar
ketiga di dunia yang berlokasi di Lampung Tengah dan telah melakukan budidaya
nanas secara monokultur sejak 1980. Budidaya nanas secara monokultur
mengakibatkan penurunan kualitas tanah, sehingga diperlukan penambahan
pembenah tanah untuk memperbaiki kualitas tanah. Usaha perbaikan tanah yang
telah dilakukan PT. GGP masih belum cukup karena bahan organik yang diberikan
mengalami penurunan cepat akibat iklim tropis Indonesia, sehingga diperlukan
tambahan pembenah tanah lain. Penelitian ini bertujuan mengamati pengaruh
aplikasi kompos diperkaya fly ash dan bottom ash (FABA) sebagai alternatif
pembenah tanah yang dapat memperbaiki kualitas tanah. FABA adalah limbah hasil
pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). FABA dapat
membantu memperbaiki kualitas tanah karena mengandung unsur hara makro (K,
Na, Ca, Mg) dan mikro (Fe, Cu, Zn, Mn). Penelitian dilakukan dengan perlakuan
bahan pembenah tanah kompos, kompos+FABA dengan dosis 50 ton/ha diberikan
secara tebar dan 25 ton/ha, 15 ton/ha, dan 5 ton/ha diberikan secara palir untuk
mengetahui pengaruh perlakuan terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan
tanaman pada 6 bulan setelah tanam (BST). Parameter karakteristik kimia tanah
yang diamati meliputi pH, kejenuhan Al, C-organik, N-total, P, basa-basa dapat
ditukar, KTK, dan kejenuhan basa. Aplikasi kompos diperkaya FABA dengan dosis
15 ton/ha secara palir menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata dan
meningkatkan sifat kimia tanah yaitu C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, Ca-dd,
Mg-dd, Na-dd, KTK, dan kejenuhan basa, serta menurunkan kejenuhan Al.
Aplikasi kompos diperkaya FABA dengan dosis 50 ton/ha secara tebar
menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata dan meningkatkan pertumbuhan
tanaman yaitu panjang daun-D, lebar daun-D, indeks daun-D, berat batang, dan
jumlah daun. PT. Great Giant Pineapple (GGP) is the world's third-largest pineapple
plantation located in Central Lampung, Indonesia, which has been practicing
pineapple cultivation through monoculture since 1980. Monoculture pineapple
cultivation has led to a decline in soil quality, necessitating the addition of soil
amendments to improve its quality. Despite the efforts made by PT. GGP to
enhance the soil, the organic materials provided have rapidly deteriorated due to
Indonesia's tropical climate, thus requiring additional soil amendments. This
research aims to observe the effects of applying compost enriched with fly ash and
bottom ash (FABA) as an alternative soil amendment to improve soil quality.
FABA is a by-product of coal combustion from steam power plants (PLTU). FABA
can help improve soil quality because it contains macro nutrients (K, Na, Ca, Mg)
and micro nutrients (Fe, Cu, Zn, Mn). The study involved treating the soil with
compost, compost+FABA at a rate of 50 tons/ha applied broadcast and 25 tons/ha,
15 tons/ha, and 5 tons/ha applied in bands, to determine the impact of the treatments
on the soil's chemical properties and plant growth at 6 months after planting (MAP).
The observed soil chemical characteristics included pH, aluminum saturation,
organic carbon, total nitrogen, phosphorus, exchangeable bases, cation exchange
capacity (CEC), and base saturation. The application of FABA-enriched compost
at a rate of 15 tons/ha using the palir method significantly improved soil chemical
properties, including organic C, total N, available P, exchangeable K, Ca, Mg, and
Na, cation exchange capacity (CEC), and base saturation, while reducing Al
saturation. Additionally, the application of FABA-enriched compost at a rate of 50
tons/ha using the broadcast method significantly enhanced plant growth, as
evidenced by increased D-leaf length, D-leaf width, D-leaf index, stem weight, and
number of leaves..
