Metabolomik Tiga Spesies Tumbuhan Obat Potensial Antibakteri di Kabupaten Belitung
Abstract
Pemanfaatan Ipomoea cairica, Poikilospermum suaveolens, dan Schima
wallichii sebagai tumbuhan obat telah dilakukan oleh masyarakat Melayu di
Kabupaten Belitung secara turun- menurun. Namun, informasi mengenai senyawa
kimia spesifik yang terkandung pada ketiga spesies tersebut masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis senyawa metabolit tak tertarget pada I.
cairica, P. suaveolens, dan S. wallichii yang berpotensi sebagai obat antibakteri dan
digunakan sebagai pembeda antar spesies dengan pendekatan analisis metabolit
berbasis LC-MS/MS. Sampel daun diekstraksi dengan teknik maserasi
menggunakan pelarut etanol. Analisis metabolomik tak tertarget dilakukan
menggunakan LC-MS/MS (UHPLC Vanquish Tandem Q Exactive Plus Orbitrap
HRMS ThermiScientific). Data metabolit dianalisis dengan perangkat lunak Mzmine
3.9.0 dan Metaboanalyst 6.0. Hasil analisis menunjukkan sebanyak 755 metabolit
terdeteksi pada ketiga spesies yang diamati. Kelompok metabolit yang
teridentifkasi pada ketiga spesies adalah asam amino, asam lemak, terpenoid,
flavonoid, alkaloid, steroid, kumarin, dan fenolik. Senyawa dominan yang
terdeteksi pada masing-masing kelompok menunjukkan adanya potensi antibakteri.
Senyawa kaskarosida C, arctigenin, eserolin fumarat, akanthosida merupakan
kandidat penanda kimia spesies I. cairica. Senyawa 2-Quinolinekarboksilat,
klovanediol diasetat, ramipril, dan metil deoksikolat merupakan kandidat senyawa
spesies P. suaveolens. Senyawa apigenin-7-O-glukuronida, procyanidin B2,
ginnalin A, dan kamellikaempferosida B merupakan kandidat penanda kimia
spesies S. wallichii. Analisis gugus berdasarkan ciri metabolit mengelompokan
seluruh individu menjadi 3 kelompok sesuai dengan spesiesnya. Spesies S. wallichii
lebih dekat dengan spesies P. suaveolens berdasarkan profil metabolit ketiga spesies
tersebut.
Collections
- UT - Biology [2401]
