Strategi Pengelolaan Perairan dari Pencemaran Sampah di Pesisir Belawan Kota Medan, Sumatera Utara.
Date
2024Author
Hasibuan, Febya Rizki
Hariyadi, Sigid
Pratiwi, Niken Tunjung Murti
Metadata
Show full item recordAbstract
Pencemaran sampah telah menjadi masalah besar di seluruh dunia, sampah
berpotensi meningkat setiap tahunnya akibat peningkatan jumlah penduduk. Beban
pesisir semakin bertambah dengan masukan sisa-sisa aktivitas manusia di daratan.
Indikasi pencemaran perairan oleh sampah menjadi dasar penelitian ini
dilaksanakan untuk menjelaskan seberapa besar pencemaran sampah yang terjadi
di Pesisir Belawan. Kesadaran sanitasi yang kurang serta pola pikir masyarakat
yang berpandangan mengenai sungai dan pesisir sebagai tempat pembuangan
sampah darat yang paling mudah. Pencemaran sampah dapat menimbulkan dampak
terhadap lingkungan, ekonomi maupun sosial. Kondisi pencemaran sampah juga
berdampak terhadap penurunan kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) mengidentifikasi status pencemaran sampah laut berdasarkan keberadaan
sampah di Pesisir belawan; (2) mengidentifikasi persepsi dan perilaku masyarakat
terhadap pengelolaan dan keberadaan sampah di Pesisir Belawan; (3)
merekomendasikan strategi mitigasi pengurangan sampah di Pesisir.
Penelitian dilakukan pada bulan September 2022 sampai dengan Januari
2023. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Pengambilan
sampah dilakukan pada pasang perbani dan pasang purnama. Pengambilan jenis,
bobot dan kepadatan diambil pada tiga titik pengamatan. Penentuan lokasi
pengamanan dilakukanpada tiga titik yaitu Sungai Deli, Pantai Olo Belawan dan
pemukiman penduduk. Ukuran sampah yang diamati berukuran lebih dari 2,5 cm
atau termasuk sampah makro.
Status pencemaran sampah Pesisir Belawan berdasarkan analisis CCI dapat
diklasifikasikan dalam kategori sangat kotor (extremely dirty). Kelimpahan sampah
plastik tertinggi terdapat di pantai, mencapai 1310 item/m2
pada pasang purnama
dan 985 item/m2
pada pasang perbani. Sampah plastik terbanyak kedua terdapat di
sungai, mencapai 111 item/m2
pada pasang purnama dan 95 item/m2
pada pasang
perbani, sementara itu, jumlah sampah mengapung memiliki sampah plastik paling
sedikit, yaitu 74 item/m2
pada pasang purnama dan 64 item/m2
pada pasang perbani.
Metode Skala Likert digunakan untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap
isu permasalahan sampah. Dalam aspek ekonomi, masyarakat berpandangan bahwa
pengelolaan sampah belum memberikan pengaruh yang signifikan, namun
pengelolaan sampah dalam aspek sosial, pengelolaan sampah dinilai positif dengan
skor tertinggi mencapai 68,80 yang diperoleh pada kegiatan pengelolaan sampah
yang meningkatkan ikatan persaudaraan.
Strategi dari penggurangan sampah menggunakan metode Analytical
Hierarchy Process (AHP) dengan melibatkan wawancara para ahli terkait, untuk
mendapatkan prioritas strategi. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pengendalian
pengurangan sampah di Pesisir Belawan mencakup ekologi (0,334), ekonomi
(0,290), kelembagaan (0,193), dan sosial (0,173). Sementara itu, tiga prioritas
utama dalam alternatif strategi melibatkan meningkatan sumberdaya manusia
(0,504), penyediaan dan perbaikan fasilitas (0,214), membangun bank sampah (0,103), pengurangan penggunaan kantong plastic (0,092), dan penerapan sangsi/
denda (0,087). Waste pollution has become a significant issue worldwide, with waste
potentially increasing every year due to population growth. The burden on the
Belawan coast is increasing due to the influx of remnants from human activities on
land. The indication of water pollution by waste forms the basis of this research to
assess the extent of waste pollution on the Belawan coast. Inadequate sanitation
awareness and societal perceptions regarding rivers and beaches as the most
accessible landfill sites exacerbate the problem. Waste pollution can have
environmental, economic, and social impacts. The condition of waste pollution also
impacts the decline in tourist visits. This study aims to (1) identify the status of
marine debris pollution based on the presence of garbage on the Belawan Coast; (2)
identify community perceptions and behaviour towards the management and
presence of garbage on the Belawan Coast; (3) recommend mitigation strategies for
reducing garbage on the Coast.
he study was conducted from September 2022 to January 2023. The data
collection consisted of primary and secondary data. The waste collection was
conducted spring tides and neap tide. Collecting types, weights, and densities is
done at three observation points. The securing locations are determined at three
points: The Deli River, Olo Belawan Beach, and residential areas. The observed
waste size is >2.5 or classified as macro waste.
Based on CCI analysis, the status of coastal waste pollution in Belawan can
be classified as extremely dirty. The highest abundance of plastic waste is found on
the beach, reaching 1310 items/m2
during spring tides and 985 items/m2
during neap
tides. The second highest amount of plastic waste is found in the river, reaching 111
items/m2
during spring tides and 95 items/m2
during neap tides, while the floating
waste has the least amount of plastic waste, with only 74 items/m2
during spring
tides and 64 items/m2
during neap tides. The Likert Scale method is used to evaluate
community perceptions of waste issues. The community believes waste
management has not significantly impacted the economy. However, in the social
aspect, waste management is viewed positively, with the highest score, 68.80
obtained from waste management activities that enhance social bonds.
The strategy for waste reduction using the Analytical Hierarchy Process
(AHP) method involves interviewing relevant experts to obtain priority strategies
for analyzing waste reduction strategies on the Belawan coast. Aspects to be
considered in controlling waste reduction on the Belawan coast include ecology
(0.334), economics (0.290), institutional (0.193), and social (0.173). Meanwhile,
alternative strategies involve enhancing human resources (0.448), provision and
improvement of facilities (0.245), and build a waste bank (0.103), Reducing the use
of plastic bags (0,092), and Impelenting penalties/fines (0,087).
Collections
- MT - Fisheries [3214]
