Strategi Pengelolaan Mikroplastik di Pesisir DKI Jakarta (Studi Kasus: Muara Sungai Ciliwung)
Date
2024Author
Saragih, Azizah Laily
Riani, Etty
Hariyadi, Sigid
Cordova, Muhammad Reza
Metadata
Show full item recordAbstract
Produksi plastik global telah meningkat dari sekitar 370,5 juta ton pada
tahun 2018 menjadi 400,3 juta ton pada tahun 2022. Akibatnya, 79% plastik
dibuang ke tempat pembuangan akhir atau lingkungan, termasuk muara sungai.
Hanya 9% plastik yang didaur ulang. Apabila sampah plastik tersebut dibuang ke
lingkungan akan mengalami proses fragmentasi dari plastik yang mengakibatkan
plastik berukuran menjadi lebih kecil yang disebut mikroplastik. Muara Sungai
Ciliwung terletak di Jakarta Utara dan berhadapan langsung dengan Teluk Jakarta,
kontaminasi mikroplastik sudah terdeteksi di muara Sungai Ciliwung, dari
sembilan muara sungai di Teluk Jakarta konsentrasi mikroplastik tertinggi berasal
dari Sungai Ciliwung. Masalah lingkungan yang disebabkan oleh mikroplastik di
muara Sungai Ciliwung sangat berisiko bagi organisme perairan dan kesehatan
manusia. Peran pemangku kepentingan dalam pengelolaan mikroplastik di muara
Sungai Ciliwung menjadi kunci penting dalam upaya mengatasi masalah ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik dan kelimpahan
mikroplastik pada sedimen dan air dan merumuskan strategi pengelolaan
mikroplastik di muara Sungai Ciliwung.
Penelitian dilakukan pada bulan September 2022 hingga Januari 2023.
Pengambilan sampel terdiri dari tiga stasiun yaitu stasiun pertama muara Sungai
Ciliwung, stasiun kedua yang merupakan bagian dari aliran Sungai Ciliwung yang
masih memiliki pengaruh dari aliran waduk Sunter Utara dan stasiun tiga yaitu di
muara sungai yang dekat dengan laut. Analisis sampel dilakukan di Hidetoshi
Sato Laboratory, Kwansei Gakuin University, Sanda, Hyogo Japan. Analisis data
untuk rekomendasi strategi pengelolaan mikroplastik menggunakan metode
Analytical Hierarchy Process (AHP). Proses identifikasi mikroplastik dilakukan
secara visual menggunakan mikroskop dan menentukan tipe polimer mikroplastik
menggunakan micro raman spectroscopy.
Karakteristik bentuk mikroplastik yang dominan pada sampel sedimen dan
air adalah fragmen dan ukuran: 500-1000 µm. Tipe polimer yang dominan
ditemukan pada sampel sedimen yaitu Polyester (PES), Polymethylpentene (PMP)
dan pada sampel air yaitu Polyethylene terephthalate (PET). Kelimpahan rata rata
mikroplastik yang ditemukan pada sampel sedimen yaitu yaitu 26,67 ± 17,64
partikel/kg, sedangkan kelimpahan rata rata mikroplastik pada sampel air yaitu
0,06 partikel/m3
. Strategi untuk mengurangi mikroplastik di muara Sungai
Ciliwung yaitu pendidikan lingkungan, mempertegas sanksi, peningkatan sarana
dan prasarana dan pemanfaatan teknologi The global production of plastic has risen significantly, from approximately
370.5 million tons in 2018 to 400.3 million tons in 2022. Unfortunately, most of
this plastic, around 79%, ends up in landfills or the natural environment, including
estuaries, while only 9% is recycled. When plastic is improperly disposed of, it
undergoes fragmentation, forming smaller particles known as microplastics. The
Ciliwung River estuary, located in North Jakarta and facing Jakarta Bay, is
contaminated with these microplastics. Among the nine river estuaries in Jakarta
Bay, the Ciliwung River has the highest concentration of microplastics. The
environmental issues caused by microplastics in the Ciliwung River estuary pose
substantial risks to aquatic organisms and human health. Addressing this problem
requires the active involvement of stakeholders in managing microplastics in the
Ciliwung River estuary. This study aims to evaluate the characteristics and
abundance of microplastics in sediment and water and to formulate a
comprehensive management strategy for mitigating microplastics in the Ciliwung
River estuary.
The study was conducted from September 2022 to January 2023. Sampling
was carried out at three locations: the first site was situated within the Ciliwung
River estuary, the second site was placed in a section of the Ciliwung River still
influenced by the northern Sunter reservoir flow, and the third site was located at
the estuary near the sea. Sample analysis was performed at the Hidetoshi Sato
Laboratory, Kwansei Gakuin University, in Sanda, Hyogo, Japan. The Analytical
Hierarchy Process method was employed to analyze the data and formulate
strategies for managing microplastics. Microplastics were visually identified using
a microscope, and their polymer types were determined through micro-Raman
spectroscopy.
Collections
- MT - Fisheries [3214]
