PROSES PENYUTRADARAAN VIDEO PROMOSI PARIWISATA CILETUH PALABUHANRATU GEOPARK
Abstract
Kabupaten Sukabumi merupakan daerah pariwisata yang masih dalam tahap
perkembangan. Pariwisata Sukabumi dikenal dengan sebutan "GURILAPSS", yang
merupakan singkatan dari Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Sungai, dan Seni Budaya.
Kabupaten Sukabumi memiliki pariwisata yang cukup banyak, namun belum
dikenal oleh khalayak luas, salah satunya yaitu pariwisata Ciletuh Palabuhanratu
Geopark yang telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2018. Cara yang dapat
dilakukan dapat dikenal oleh khalayak luas yaitu dengan cara mempromosikannya.
Hasil pembahasan yang didapat yaitu ada dua, yang pertama mengenai peran
sutradara dalam proses video promosi pariwisata Ciletuh Palabuhanratu Geopark
yang meliputi pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Kedua yaitu, Proses
penyutradaraan video promosi pariwisata Ciletuh Palabuhanratu Geopark
menggunakan teori auteur yaitu ada lima tahapan yang diantaranya penempatan
kamera, pencahayaan, panjang adegan, bukan garis plot, dan dapat menyampaikan
pesan video. Sukabumi Regency is a tourism area that is still in the development stage.
Sukabumi tourism is known as "GURILAPSS", which stands for Mountain, Jungle,
Sea, Beach, River, and Cultural Arts. Sukabumi Regency has quite a lot of tourism,
but it has not been known by a wide audience, one of which is Ciletuh
Palabuhanratu Geopark tourism which has been recognized by UNESCO in 2018.
The way that can be done can be recognized by a wide audience is by promoting it.
The results of the discussion obtained are two, the first is about the role of the
director in the process of Ciletuh Palabuhanratu Geopark tourism promotional
videos which include pre-production, production, and post-production. Second, the
process of directing the Ciletuh Palabuhanratu Geopark tourism promotional video
uses the auteur theory, which has five stages including camera placement, lighting,
scene length, not plot lines, and can convey video messages.
