Penerapan Regresi Logistik Biner dalam Identifikasi Faktor yang Memengaruhi Status Ketahanan Pangan Kabupaten/kota di Indonesia
Abstract
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mencapai
tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) nomor dua yaitu
menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta
meningkatkan pertanian berkelanjutan. Terdapat daerah yang memiliki indeks
ketahanan pangan lebih rendah dan juga terdapat kabupaten/kota yang memiliki
indeks ketahanan pangan lebih tinggi dari indeks ketahanan pangan nasional.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi status
ketahanan pangan kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2022 dengan melibatkan
delapan peubah penjelas. Metode regresi logistik biner digunakan untuk menjawab
tujuan penelitian ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa akurasi model
regresi logistik biner yang diperoleh sebesar 86,27% dengan sensitivitas sebesar
87,50% dan spesifisitas sebesar 84,21%. Terdapat enam faktor yang memengaruhi
status ketahanan pangan kabupaten/kota di Indonesia pada taraf nyata 5% yaitu,
angka harapan hidup (X2), rata-rata lama sekolah (X3), laju pertumbuhan penduduk
(X5), produksi tanaman pangan (X6), persentase penduduk miskin (X7) dan
pengeluaran per kapita (X8)
