Estimasi Kontribusi Sumber Pencemar PM2.5 di Wilayah Sub-urban menggunakan HYSPLIT CWT (Studi Kasus: Serpong dan Kota Bogor 2023)
Abstract
Partikulat berukuran halus (PM2.5) merupakan salah satu polutan yang penting dalam masalah kualitas udara. Peningkatan konsentrasi PM2.5 di suatu wilayah dipengaruhi oleh sumber emisi lokal maupun sumber emisi dari wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis fluktuasi konsentrasi PM2.5 beserta faktor meteorologi, serta sumber emisi lokal maupun antar wilayah yang berkontribusi terhadap kualitas udara di wilayah Serpong dan Kota Bogor. Serpong dan Kota Bogor merupakan wilayah sub-urban yang memiliki perkembangan kota yang cukup pesat, namun dengan karakteristik berbeda.
Serpong cenderung berkembang di bidang industri, sedangkan Kota Bogor merupakan tempat destinasi wisata. Estimasi kontribusi sumber emisi PM2.5 di
kedua lokasi tersebut dianalisis menggunakan polar plot untuk emisi lokal dan HYSPLIT CWT untuk emisi antar wilayah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi PM2.5 bulan Januari-Desember tahun 2023 di wilayah Serpong dan Kota Bogor berturut-turut sebesar 40,0 ????/??3 dan 33,5 ????/??3. Estimasi
kontribusi sumber emisi lokal wilayah Serpong bersamaan dengan angin yang bertiup dari arah barat daya, selatan, dan tenggara. Sementara estimasi kontribusi sumber emisi lokal Kota Bogor bersamaan dengan angin yang bertiup dari barat dan barat daya. Estimasi kontribusi sumber emisi antar wilayah berdasarkan analisis aliran massa udara menunjukkan massa udara dominan yang memasuki Serpong berasal dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan dan Depok (45-95%). Sementara aliran massa udara dominan yang memasuki Kota Bogor berasal dari Kabupaten Bogor (52-93%).
