View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan Tiga Jenis Tepung Nabati untuk Menekan Serangan Cendawan dan Mempertahankan Viabilitas serta Vigor Benih Kedeiai (Glycine max (1.) Merrill) selama Penyimpanan

      Thumbnail
      View/Open
      A04aju.pdf (2.828Mb)
      A04aju_abstract.pdf (811.5Kb)
      Date
      2004
      Author
      Jumhana, Ahmad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertuj uan untuk mengetahui dan mempelajari kemungkinan penggunaan tepung bunga cengkeh, daun sirih dan daun mimba untuk melindungi benih dari serangan eendawan dan dapat mempertahankan viabilitas serta vigor benih selama periode penyimpanan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium lImu dan Teknologi Benih Departemen Budi Daya Pertanian dan Laboratorium Cendawan Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Darmaga. Waktu pelaksanan penelitian ini dimulai dari bulan Februari sampai Oktober 2003. Penelitian terdiri atas dua pereobaan yaitu pereobaan pendahuluan dan pereobaan ulama. Pereobaan disusun menggunakan raneangan aeak lengkap. Pereobaan ini terdiri atas dua faktor yaitu periode simpan (0, I, 2, 3, 4 bulan) dan jenis fungisida (Beniaie, tepung bunga eengkeh, tepung daun sirih dan tepung daun mimba) dengan empat uiangan. Penyimpanan benih dilakukan di dalam kemasan plastik kiip ukuran 13 em X 8.7 em, pada RH 60 - 70 % dan suhu 28 - 29°C. Tahapan penelitian yang dilakukan dalam pereobaan pendahuluan adalah menginkubasi benih kedelai varietas Wilis untuk memperoleh eendawan terbawa benih yang dominan, kemudian cendawan dominan yang diperoleh diregenerasi dan dimumikan. Bahan-bahan tepung nabati diuji tingkat konsentrasi yang efektif untuk menghambat eendawan dominan, kemudian diujikan terhadap benih dengan meneampur tepung nabati tersebut ke dalam benih dengan menggunakan perekat. Kemudian benih yang dilapisi dengan tepung nabati ditanam menggunakan metode UKDdp dalam alat pengeeambah benih. Pengamatan dilakukan pada hari ke-3 dan hari ke-5 dengan tolok ukur daya berkeeambah dan penampakan gejala keraeunan pada benih. Tahapan yang dilakukan pada percobaan utama adalah pemberian fungisida sinietik Benlaie dengan dosis anjuran 3 glkg benih, untuk iepung bunga cengkeh I g perl 00 g benih, sedangkan daun sirih dan daun mimba 20 g perlOO g benih. Setiap perlakuan diperlukan 400 g benih kedelai, kemudian benih tersebut dibagi menjadi 20 kemasan, setiap kemasan berisi benih 20 g (5 periode simpan X 4 ulangan). Pencampuran benih dengan fungisida atau tepung nabati dilakuakan dengan menggunakan perekat, dengan cara 0.05 ml Agristik ditambahkan ke dalam 100 ml air sterii, kemudian campuran tadi diambil 7.5 ml untuk merendam 7 g benih selama 5 detik, setelah tercampur kemudian dimasukkan fungisida atau tepung nabati sesuai dosis efektifnya. Pengamatan dilakukan terhadap tolok ukur daya berkecambah, kecepatan tumbuh relatif, indeks vigor, persentase kecal11bah abnormal, laju pertul11buhan kecambah, Kadar air, persentase benih terinfeksi, jenis patogen seedborne terdeteksi. Basil yang diperoleh pada percobaan pendahuluan adalah cendawan dominan dari benih kedelai yaitu Fusarium semileclum yang paling dOl11inan pada perlakuan tanpa NaOCI dengan tingkai infeksi 66.7 %, sedangkan pada perlakuan NaOCI terdapat dua cendawan dominan yaitu F. semilectwll dan Aspergillus flavus dengan tingkat infeksi masing-l11asing 49.8 % dan 19.1 %. Konsentrasi efeh.'tiftepung nabati adalah tepung bunga cengkeh I % dengan daya hambat 100 % terhadap cendawan dominan, tepung daun sirih 20 % dengan nilai daya hambat sebesar 21.5 % pada A. j7avus dan 28. I % pada F. senuleclum, dan tepung daun mimba 20 % dengan nilai daya hambat sebesar 10.1 % pada A. flavus dan 25.8 % pada F. semitectum. Pada uji fitotoksik tidak terdapat tanda-tanda keracunan tepung nabati terhadap benih kedelai. Hasil yang diperoleh dari percobaan utama adalah penggunaan tepung nabati dapat l11enekan perkembangan cendawan dan dapat mempertahankan viabilitas benih kedelai tidak berbeda nyata dengan kontrol, bahkan indeks vigor benih yang diberi perlakuan lebih tinggi dari pada kontrol selal11a 4 bulan penyimpanan. Perlakuan benih dengan tepung bunga cengkeh I % l11erupakan perlakuan terbaik untuk menekan perkembangan A. flavus selama penyimpanan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/15459
      Collections
      • UT - Economics and Development Studies [3216]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository