Penerapan Manajemen Produksi Asisten Sutradara dalam Produksi Film Dokumenter Pesantren Tunanetra
Abstract
Asisten sutradara memegang peran penting dalam memastikan bahwa
produksi berjalan lancar dan efisien. Wawasan tentang bagaimana manajemen
produksi asisten sutradara dapat mengoptimalkan proses produksi film dokumenter
tentang pesantren tunanetra, sehingga hasilnya dapat menginspirasi dan
memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada penonton tentang kehidupan di
pesantren yang unik ini. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data
melalui observasi langsung selama proses produksi, wawancara dengan narasumber,
serta melakukam proses pra produksi, produksi dan pasca produksi. Tugas akhir ini
akan mengidentifikasi peran kunci asisten sutradara dalam mengoordinasikan
berbagai aspek produksi. Hasil dari tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan
pemahaman yang lebih dalam tentang implementasi manajemen produksi
khususnya dalam konteks produksi film dokumenter yang melibatkan kelompok
yang memiliki kebutuhan khusus seperti santri tunanetra. Dengan demikian, upaya
ini diharapkan dapat menjadi panduan dan referensi bagi para praktisi dan peneliti
di bidang produksi film dokumenter yang serupa di masa mendatang. The assistant director plays an important role in ensuring that the production
runs smoothly and efficiently. Insight into how an assistant director's production
management can optimize the production process of a documentary film about a
boarding school for the blind, so that the results can inspire and provide the
audience with a deeper understanding of life at this unique boarding school. The
methods used include collecting data through direct observation during the
production process, interviews with resource persons, as well as carrying out pre
production, production and post-production processes. This final assignment will
identify the key role of the assistant director in coordinating various aspects of the
production. It is hoped that the results of this final assignment will provide a deeper
understanding of the implementation of production management, especially in the
context of documentary film production involving groups with special needs such
as blind students. Thus, it is hoped that this effort can become a guide and reference
for practitioners and researchers in the field of similar documentary film
production in the future.
